nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saratoga Kantongi Dividen Rp900 Miliar

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 29 Maret 2019 09:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 29 278 2036502 saratoga-kantongi-dividen-rp900-miliar-ZDfsLJ59de.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berhasil meraih dividen senilai Rp900 miliar dari perusahaan investasinya. Pencapaian ini menjadi bukti kuatnya fundamental perusahaan investasi Saratoga di tengah kondisi perekonomian domestik dan global yang menantang. Presiden Direktur Saratoga, Michael Soeryadjaya menjelaskan, kinerja perusahaan pada 2018 menggambarkan strategi investasi yang dilakukan Saratoga mampu menghasilkan hasil investasi optimal.

Secara fundamental, perusahaan-perusahaan investasi Saratoga juga tumbuh positif dan terus meningkatkan nilai tambah perusahaan melalui strategi pertumbuhan organik dan nonorganik. “Kami bangga dengan kinerja perusahaan investasi kami di tengah tantangan bisnis sangat dinamis pada 2018.

Baca Juga: Harga Saham Melorot, Saratoga Investama Rugi Rp6,2 Triliun

Disiplin dan kehati-hatian dari tim investasi kami merupakan kunci keberhasilan Saratoga dalam mencapai pengembalian investasi yang optimal,” kata Michael dalam siaran persnya, kemarin. Dia menuturkan, pendapatan dividen Rp900 miliar diperoleh dari enam perusahaan investasi.

Hasil ini menunjukkan kinerja operasional dan bisnis yang kuat dari perusahaan investasi. “Hasil yang diperoleh Saratoga ini sangat menggembirakan. Tidak hanya pertumbuhan pendapatan dividen selama bertahun-tahun, tetapi yang lebih penting, diversifikasi perusahaan investasi berkontribusi pada dividen,” katanya.

Pada 2018, Saratoga juga terus mengidentifikasi peluang untuk menambah nilai perusahaan. Salah satunya adalah investasi baru di PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII), pemasok gas industri dominan di negara ini.

ihsg

Untuk mengambil keuntungan dari pertumbuhan sektor teknologi, Saratoga juga mulai merambah bisnis startup melalui mitra investasi. “Perusahaan percaya bahwa sektor teknologi memiliki prospek menjanjikan di masa depan, karena adanya disrupsi dalam cara hidup kita dan implikasi luas kepada masyarakat,” kata Michael.

Terkait kerugian sebesar Rp6,2 triliun, Michael menegaskan, itu merupakan rugi buku yang belum direalisasikan. Kerugian terjadi akibat volatilitas harga saham sejumlah perusahaan investasi, kenaikan suku bunga, fluktuasi harga komoditas, dan melemahnya mata uang yang terjadi sepanjang 2018.

“Kerugian itu sebagai dampak penerapan mark to market sejak 2017. Ini adalah rugi buku yang belum direalisasikan,” ujarnya. Kepala Riset PT Koneksi Kapital Marolop Alfred Nainggolan menilai kerugian yang dialami perusahaan investasi seperti Saratoga merupakan hal biasa. Pasalnya, kerugian itu hanya tercatat di buku dan belum direalisasikan. Kerugian itu bisa beralih menjadi keuntungan jika investasi Saratoga rebound.

(Rakhmat Baihaqi)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini