nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peta Jalan E-Commerce Bakal Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Rabu 10 April 2019 11:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 10 320 2041472 peta-jalan-e-commerce-bakal-dorong-pertumbuhan-ekonomi-DMybve4yq0.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Perdagangan mengklaim peta jalan (roadmap) e-commerce yang sedang dirancang pemerintah bakal mendorong pertumbuhan dan ekosistemnya di dalam negeri sehingga Indonesia berkemungkinan menjadi pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara 2020.

Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengatakan, untuk itu beberapa topik penting akan masuk dalam peta jalan itu meliputi pendanaan (funding), perpajakan, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi, logistik, edukasi dan sumber daya manusia, serta keamanan siber (cyber security).

"Kita ingin memastikan melalui peta jalan ini, e-commerce Indonesia dapat dipercaya dan menjadi kekuatan ekonomi digital dunia 2020," kata dia seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

 Baca Juga: Penjualan E-Commerce Naik 13%, Tanda Orang Makin Gemar Belanja Online

Dia mengatakan pemerintah memiliki atensi luar biasa pada perkembangan e-commerce karena dipercaya dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, apalagi jika merujuk pada perkembangan dari beberapa negara besar di dunia.

Amerika Serikat diketahui terus mengembangkan internet, begitu pula dengan Rusia dengan pengembangan industri 4.0. Sementara China, lebih fokus pada penerapan sistem e-commerce untuk produk-produk kreatif dan buatan tangan, sedangkan Jepang lebih mengembangkan produk berbasis komunitas dan pengembangan budaya.

"Indonesia sendiri, menyerap semua yang dilakukan negara-negara besar itu. Potensi justru luar biasa ada di kita karena pertumbuhan ekonomi bisa 5,0% setiap tahun, sementara mereka hanya berkisar 3,5% per tahun," kata dia.

Selain membuat peta jalan, Kemendag juga melakukan langkah-langkah strategis. Pertama, memastikan peningkatan kesadaran dan pendidikan bagi konsumen, UKM, dan keseluruhan ekosistem.

 Baca Juga: Penjualan E-Commerce Global Tembus USD29 Triliun

Kedua, Kemendag akan memberikan pembekalan kepada pembuat kebijakan. Ketiga, Kemendag akan mengembangkan fasilitator edukasi perdagangan berbasis elektronik (e-commerce).

"Tapi patut dicatat, ke semua ini akan sia-sia jika tidak ada keterlibatan kalangan muda, kalangan millenial. Untuk itu, kami terus menerus mendorong mereka ini untuk mau berbisnis e-commerce," kata dia.

Tren belanja online diperkirakan akan terus meningkat. Dalam tiga tahun ke depan, Indonesia akan memiliki 44 juta pembeli online atau melalui e-commerce dengan nilai sekitar USD55 miliar-USD65 miliar menurut perusahaan konsultasi McKinsey. Apalagi belum lama ini, pemerintah telah memutuskan mencabut aturan tentang ketentuan pajak transaksi e-commerce PMK 210/2018 yang sempat diumumkan pada Januari 2019.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menargetkan sebanyak 10.000 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri ikut menjadi peserta program worskhop e-Smart IKM hingga akhir tahun 2019 dan langsung memanfaatkan teknologi digital.

“Program e-Smart IKM yang diluncurkan sejak Januari 2017 lalu, merupakan langkah konkret dari pemerintah saat ini yang ingin menyiapkan IKM nasional bisa go digital atau menuju revolusi industri 4.0,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Pada periode 2017-2018, total peserta workshop e-Smart IKM telah mencapai 5.945 pelaku usaha dengan total omzet sebesar Rp2,37 miliar. Gati menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku IKM nasional menjadi penting untuk mendongkrak daya saingnya hingga kancah global. Upaya ini juga sebagai bagian dari pelaksanaan langkah-langkah prioritas yang tertuang di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Guna memacu IKM nasional berperan pada penerapan revolusi industri 4.0, kami terus mendorong mereka agar terlibat di e-commerce yang diimplementasikan dalam program e-Smart IKM,” ujarnya.

Sampai saat ini, workshop e-Smart IKM sudah dilaksanakan di 34 provinsi dan telah melibatkan beberapa pihak seperti BI, BNI, Google, iDeA serta Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, menggandeng pemerintah provinsi, kota dan kabupaten.

“Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia,” sebut Gati.

Lebih lanjut, program e-Smart IKM akan pula memfasilitasi pelaku usaha agar dapat mengakses pasar yang lebih luas melalui kerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com di Indonesia.

“Kerja sama ini meliputi pelatihan pemasaran online bagi IKM dalam melaksanakan operasional di dalam Alibaba.com serta pertukaran data dan informasi mengenai perkembangan dan pencapaian IKM yang masuk di dalam program e-Smart IKM,” katanya.

Gati optimistis, revolusi industri 4.0 memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini