nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Dibuka Menguat usai Laporan The Fed soal Perlambatan Ekonomi Global

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 21:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 11 278 2042277 wall-street-dibuka-menguat-usai-laporan-the-fed-soal-perlambatan-ekonomi-global-xVNbwqlgqC.jpg Foto Wall Street (Ilustrasi: Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka sedikit lebih tinggi pada perdagangan Kamis waktu AS. Hal tersebut karena peringatan dari bank sentral utama tentang perlambatan ekonomi global dan mulainya musim pendapatan perusahaan.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 31,05 poin atau 0,12% pada pembukaan menjadi 26.188,21. S&P 500 dibuka lebih tinggi 3,71 poin atau 0,13%, menjadi 2.891,92. Nasdaq Composite naik 10,95 poin, atau 0,14%, menjadi 7.975,20 pada bel pembukaan.

Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk 2019 menjadi 3,3%. Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) yang baru dirilis, proyeksi diturunkan 0,2 poin persentase dari estimasi pada Januari.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Indeks Nasdaq Pimpin Penguatan

IMF mengatakan ekonomi dunia menghadapi risiko-risiko penurunan yang disebabkan oleh ketidakpastian potensial dalam ketegangan perdagangan global yang sedang berlangsung, serta faktor-faktor spesifik negara dan sektor lainnya.

Proyeksi 3,3% untuk 2019 adalah 0,3% di bawah angka 2018, dan diharapkan tumbuh kembali menjadi 3,6% pada 2020.

Sementara itu, perkiraan laba untuk kuartal pertama telah turun dalam enam bulan terakhir. Di mana laba perusahaan dalam indeks S&P 500 terlihat turun 2,5%, yang akan menandai kontraksi tahun ke tahun sejak 2016.

Selain itu, investor berharap bahwa kesepakatan perdagangan dengan China dan musim pendapatan kuartalan bisa lebih baik dari yang ditakutkan. Hal ini jelas akan membantu Wall Street memperpanjang awal yang kuat untuk tahun ini.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, pembicaraan perdagangan terus membuat kemajuan dan kedua belah pihak telah sepakat sebagian besar mekanisme untuk mengawasi setiap perjanjian perdagangan yang mereka capai.

Saham Bed Bath & Beyond Inc anjlok 11,9%, setelah pengecer home furnishing memperkirakan laba kuartal berjalan lemah.

Baca Juga: Pertemuan Terbaru The Fed Buat Wall Street Menguat

Saham Tesla Inc turun 3,4%, setelah Nikkei melaporkan produsen mobil listrik dan Panasonic Corp memikirkan kembali rencana untuk memperluas kapasitas Gigafactory.

United States Steel Corp turun 3,2% setelah Bank of America Merrill menurunkan peringkat sahamnya menjadi berkinerja buruk.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini