nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Menguat Ditopang Gurihnya Laba Perusahaan

Sabtu 13 April 2019 10:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 13 278 2042977 wall-street-menguat-ditopang-gurihnya-laba-perusahaan-aac6egCmCQ.jpg

JAKARTA - Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pasar menyambut gembira sejumlah berita perusahaan yang sangat optimis.

Dikutip dari Antaranews Sabtu (13/4/2019), indeks Dow Jones Industrial Average naik 269,25 poin atau 1,03%, menjadi berakhir di 26,412,30 poin. Indeks S&P 500 bertambah 19,09 poin atau 0,66 %, menjadi ditutup di 2.907,41 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 36,80 poin atau 0,46%, menjadi berakhir di 7.984,16 poin.

Saham JP Morgan Chase melonjak 4,69%, setelah bank kelas berat AS itu melaporkan laba yang lebih kuat dari perkiraan untuk kuartal pertama, didorong oleh suku bunga yang lebih tinggi.

Saham Walt Disney melambung lebih dari 11,54%, setelah raksasa hiburan AS itu meluncurkan layanan streaming baru bernama Disney+, yang dihargai USD6,99 per bulan.

Saham Anadarko Petroleum melonjak lebih dari 32,01%, setelah raksasa energi AS Chevron mengumumkan rencana untuk mengakuisisi perusahaan minyak bumi yang berbasis di Texas itu secara tunai dan kesepakatan saham senilai USD33 miliar.

Akuisisi Anadarko akan secara signifikan meningkatkan portofolio Chevron dan semakin memperkuat posisi terdepannya di cekungan besar, serpih yang menarik, perairan dalam dan sumber daya gas alam, kata pernyataan Chevron.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor keuangan naik lebih dari 1,9%, memimpin para pemenang.

Di sisi ekonomi, harga-harga impor AS naik 0,6% pada Maret, dan 1,7% dalam tiga bulan pertama 2019, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Jumat (12/4/2019). Peningkatan pada Maret dan Februari didorong oleh kenaikan harga bahan bakar.

Harga-harga untuk ekspor AS naik 0,7% untuk bulan kedua berturut-turut pada Maret. Harga-harga pertanian maupun nonpertanian berkontribusi terhadap kenaikan tersebut. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini