nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RI Beli 3 Kapal Selam Korsel Rp14,4 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 14 April 2019 14:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 14 320 2043365 ri-beli-3-kapal-selam-korsel-rp14-4-triliun-FN1RFojEhR.jpg Foto: Reuters

SEOUL - Indonesia terus memperkuat sistem alutsista dalam negeri. Teranyar, pemerintah memborong tiga kapal selam dari Korea Selatan (Korsel) serta menambah puluhan unit tank dari BUMN.

Kontrak pengadaan tiga kapal selam yang ditandatangani bersama Korsel bernilai USD1,02 miliar (Rp14,4 triliun, kurs Rp14.100 per dolar AS). Adapun nilai pembelian alutsista dan pengadaan konstruksi yang bekerja sama dengan BUMN mencapai masing-masing USD1,4 miliar dan Rp2,1 triliun.

Dilansir koreatimes.kr, kesepakatan itu diteken firma Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering bersama Pemerintah Indonesia. Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korsel juga hadir dalam transaksi tersebut yang digelar di Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga: Jasa Tirta Targetkan Laba Rp200 Miliar

Kapal selam yang dipesan Indonesia merupakan tingkat lanjutan dari versi Type 209 yang memiliki bobot 1.200 ton yang digunakan militer Korsel. Kapal selam itu akan memiliki bobot 1.400 ton. Type 209 merupakan kelas kapal selam tempur berdaya listrik diesel.

Kapal selam itu dapat menampung 40 kru dan memiliki daya hancur yang hebat, dari kemampuan melepaskan torpedo, ranjau, hingga peluru kendali (rudal). Indonesia akan mulai menerimanya delapan tahun yang akan datang atau pada 2026.

Daewoo sebelumnya pernah menerima pemesanan pembuatan kapal selam dari Indonesia pada 2011. Kepala DAPA Wang Junghong menyambut baik kerja sama itu.

“Kedua negara menekan kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.

Jung-hong juga meminta dukungan Pemerintah Indonesia dalam program joint venture pengembangan pesawat tempur KFX/IFX. Indonesia merupakan mitra kunci Korsel dalam kebijakan baru pemerintahan Presiden Moon Jaein yang ingin memperkuat pengaruh, kehadiran, dan kerja sama bersama negara di area selatan.

Sementara itu, penandatanganan pengadaan alutsista baru-baru ini melibatkan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), yakni PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, dan PT Dahana. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, total yang ditandatangani ada 25 kontrak.

Meliputi alutsista dan pengadaan alat konstruksi untuk Kemhan RI dengan nilai USD1,4 miliar dan Rp2,1 triliun. Beberapa kontrak pengadaan di antaranya tank harimau dan kendaraan tempur 8x8 Cobra, amunisi, senjata ringan, dan lainnya.

Baca Juga: Bos Bank Mandiri: Sudah 25 Juta Orang Download LinkAja

Juga pengadaan helikopter Super Puma PT DI. “Ini komitmen kuat pemerintah untuk pengadaan secara cepat dan akun tabel untuk menyerap anggaran,” kata Menhan seusai penandatanganan kontrak di Aula PT Pindad, Kota Bandung, Jumat (12/4).

Ryamizard meminta Sekjen Kemhan bisa melakukan penyerapan anggaran secara cepat dan tepat sasaran untuk dukung alutsista. Namun, pengadaan alutsista tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan dan ancaman saat ini.

“Karena ancaman nyata dialami negara-negara di dunia sehingga perlu perhatian serius, misalnya teroris, narkoba, bencana alam. Ini perlu strategi bersama. BUMN harus dukung pembangunan alutsista ini sehingga kita tidak dipandang sebelah mata oleh dunia,” ucapnya.

Direkrut Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, proyek ini menjadi pemesanan tercepat yang pernah ada. Dua produk yang cukup mencolok untuk pemesanan ini adalah tank harimau dan kendaraan 8x8 dengan jumlah unit sekitar 18 hingga 20. Rencananya, proyek tersebut bakal diselesaikan dalam waktu tiga tahun ke depan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini