nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neraca Dagang Surplus, Rupiah Perkasa ke Rp14.062/USD

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 15 April 2019 17:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 15 278 2043813 neraca-dagang-surplus-rupiah-perkasa-ke-rp14-062-usd-JZPvpuEpkB.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mempertahankan penguatan pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah kini berada di level Rp14.000-an per USD di tengah surplusnya neraca perdagangan.

Tercatat, neraca perdagangan pada Maret 2019 mengalami surplus tipis sebesar USD540 juta.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Senin (15/4/2019) pukul 17.30 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 57,5 poin atau 0,41% ke level Rp14.062 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.062 per USD – Rp14.085 per USD.

 Baca Juga: BPS: Neraca Perdagangan Maret 2019 Surplus USD540 Juta

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 97 poin atau 0,68% ke level Rp14.055 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.055 per USD – Rp14.152 per USD.

Seperti yang diberitakan Okezone, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Maret 2019 mengalami surplus tipis sebesar USD540 juta. Realisasi ini membaik dari posisi neraca perdagangan Februari 2019 yang surplus USD330 juta.

 Baca Juga: Menguat, Rupiah Pagi Ini Berada di Level Rp14.066/USD

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, nilai laju ekspor dan impor pada Maret 2019 memang mengalami peningkatan, meski demikian kinerja ekspor jauh lebih tinggi. Di mana nilai impor sebesar USD13,39 miliar atau naik 10,31% dari bulan sebelumnya, sedangkan ekspor tercatat sebesar USD14,03 miliar atau naik 11,71% dari bulan Februari 2019.

“Neraca perdagangan Maret 2019 mengalami surplus USD 540 juta. Surplus ini berasal dari surplus non migas,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS.

Secara rinci, pria yang akrab disapa Kecuk ini menyatakan, pada non migas tercatat surplus USD988,6 juta. Sedangkan sektor migas mengalami defisit USD448,4 juta.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini