nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IMF Kembangkan Kebijakan Baru Mitigasi Risiko

Selasa 16 April 2019 11:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 16 20 2044095 imf-kembangkan-kebijakan-baru-mitigasi-risiko-7tEUz6t7aP.jpg Foto: Koran Sindo

JAKARTA – International Mo netary Fund (IMF) mengembangkan sebuah kerangka kerja kebijakan baru yang di namakan Integrated Policy Framework (IPF) guna memitigasi risiko, meningkatkan resiliency, dan mengimplementasikan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan inklusif serta berkesinambungan.

Baca Juga: IMF Beri Warning Ada Risiko Penurunan Ekonomi Asia

Kerangka kerja kebijakan baru itu mempertimbangkan interaksi antara kebijakan moneter, nilai tukar, makroprudensial, dan capital flows management. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pun menyambut rencana IMF menyusun kerangka kerja kebijakan terintegrasi yang merupakan wujud respons IMF terhadap masukan dari berbagai negara berkembang terutama Indonesia. Hal ini mengemuka dalam pertemuan Musim Semi Dana Moneter Inter na sio nal dan Bank Dunia (IMF-World Bank) 2019 yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, pada 11-13 April 2019. Menurut Perry, Indonesia sudah lama menyuarakan mengenai pentingnya bauran kebijakan terutama bagi small open economy dalam menghadapi volatilitas perekonomian global.

perry

Masukan itu secara konsisten dikemukakan Indonesia di tengah saran kebijakan IMF dalam menghadapi volatilitas global yang cenderung mengedepankan pendekatan menggunakan instrumen tra di sio nal, seperti suku bunga dan nilai tukar. “Langkah IMF menyusun ke rangka kerja kebijakan ter in - tegrasi tersebut adalah sebuah kemajuan yang merupakan perkembangan baik bagi Indonesia dan negara small open economy lainnya,” ujar Perry di Washington waktu setempat. BI juga mendorong IMF agar terus memperdalam studi mengenai spillover akibat pengaruh ketegangan perdagangan, misalkan dampaknya terhadap rantai nilai global atau global value chain. Pertemuan tersebut juga menyoroti perlambatan ekonomi global dan upaya mengatasinya. Pertumbuhan global diperkirakan turun dari 3,6% pada 2018 menjadi 3,3% pada 2019, sebelum akhirnya kembali melanjutkan momentum positif menjadi 3,6% pada 2020.

Perekonomian global di - perkirakan tetap ekspansi, walau ekspansi tersebut lebih lemah diban ding kan perkiraan pada Oktober 2018. “Pertumbuhan dunia memang diperkirakan membaik pada 2020, namun berbagai risiko tetap mengancam antara lain berupa ketegangan perdagangan, ketidakpastian kebi jakan, risiko geopolitik, pengetatan kondisi keuangan di tengah terbatasnya ruang kebijakan, tingginya tingkat utang, dan meningkatnya kerentanan di sektor keuangan,” kata dia.

(Kunthi Fahmar Sandy)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini