nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menyimpan Energi Matahari dan Angin di Dalam Tabung

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 21 April 2019 16:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 21 320 2046054 menyimpan-energi-matahari-dan-angin-di-dalam-tabung-h0q3BEQD0K.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Insinyur Institut Teknologi Massachusetts (MIT) membuat desain untuk sistem penyimpanan energi terbaru, seperti tenaga surya dan turbin angin.

Energi yang didapat akan dikembalikan ke jaringan listrik sesuai dengan rencana yang dibuat untuk konsep smart city. Sistem ini mampu memberikan daya pada kota kecil, tidak hanya pada saat matahari terbit atau angin yang bertiup kencang, tetapi sepanjang waktu.

Desain baru penyimpanan panas tenaga surya dan turbin angin dimasukkan dalam tangki besar bersilikon cair. Cahaya panas dari logam yang menyala akan diubah menjadi listrik ketika dibutuhkan.

Para peneliti memperkirakan bahwa sistem ini akan lebih terjangkau daripada baterai lithium-ion yang diusulkan sebagai metode layak. Meskipun mahal, desain penyimpanan energi ini lebih efisien untuk menghasilkan kota yang bersih dan bebas polusi.

 Baca Juga: Sederet Fakta Perjuangan Swedia Gunakan Energi Terbarukan

Mereka mengatakan sistem ini akan menelan biaya sekitar setengah dari penyimpanan hidro elektrik (berbasis air) yang dipompa. Hidro elektrik dikenal sebagai bentuk termurah dari penyimpanan energi skala grid hingga saat ini.

“Bahkan, jika kita ingin menjalankan grid pada energi terbaru saat ini, kita tidak bisa, karena anda akan membutuhkan turbin berbahan bakar fosil untuk menembus fakta bahwa pasokan terbaru tidak dapat dikirim sesuai permintaan,” kata Asegun Hendry dari Departemen Teknik Mesin MIT dikutip dari Scitechdaily.

Hendry dan rekan-rekan peneliti sedang mengembangkan teknologi terbaru ini. Ia berharap bisa menyelesaikan masalah paling penting dan kritis dalam energi serta perubahan iklim, yaitu masalah penyimpanan energi.

Dalam sebuah proyek, para peneliti ditantang untuk mencari cara meningkatkan efisiensi bentuk energi terbaru yang dikenal sebagai tenaga surya terkonsentrasi. Sistem ini membutuhkan bidang besar yang memusatkan sinar matahari ke menara pusat di mana cahaya diubah menjadi panas dan terakhir diubah menjadi listrik.

“Alasan mengapa teknologi itu menarik adalah sekali anda melakukan proses memfokuskan cahaya untuk mendapatkan panas, anda dapat menyimpan panas jauh lebih murah daripada anda dapat menyimpan listrik,” kata Hendry.

 Baca Juga: Good Bye Minyak Cs, Swedia Gunakan 100% Energi Terbarukan pada 2030

Pembangkit listrik tenaga surya terkonsentrasi menyimpan panas matahari dalam tangki besar yang diisi dengan garam cair dan dipanaskan hingga suhu tinggi sekitar 1,000 0F.

Ketika listrik diperlukan, garam panas dipompa menjadi uap dan turbin angin mengubah uap itu menjadi listrik. Teknologi ini telah ada selama beberapa waktu silam. Hendry mengetahui hal ini sebelum adanya proyek ini, namun biaya yang dikeluarkan tidak pernah lebih rendah untuk bersaing dengan gas alam.

“Jadi ada dorongan untuk beroperasi pada suhu yang jauh lebih tinggi sehingga anda bisa menggunakan mesin panas yang lebih efisien dan menurunkan biayanya,” ungkapnya.

Awalnya tim menggunakan garam dalam tabung untuk memanaskan suhu. Namun, suhu panas yang berlebih akan merusak tabung baja stainless yang digunakan untuk tempat penyimpanan energi.

 Baca Juga: Gandeng Swedia, Target Energi Terbarukan 23% di 2025 Bisa Tercapai?

Hendry dan tim mencari medium selain garam yang mampu menyimpan panas pada suhu jauh lebih tinggi. Mereka mengusulkan logam cair dan akhirnya menetapkan di silikon, logam paling banyak di Bumi dan bisa menahan suhu sangat tinggi, yaitu lebih dari 4.000 0F.

Tahun lalu, tim mengembangkan pompa yang bisa menahan panas energi dari dalam tabung. Pompa ini memiliki toleransi tertinggi sehingga prestasi ini tercatat dalam “Buku Guinness of World Records”.

Sekarang para peneliti telah menguraikan konsep mereka untuk sistem penyimpanan energi terbaru. Mereka sebut sebagai Penyimpanan Grid Energi Panas-Persimpangan Multi Fotovoltaik (TEGS-MPV).

Hendry mengusulkan konversi listrik yang dihasilkan oleh sumber energi, seperti sinar matahari atau angin, menjadi energi termal. Proses ini melalui pemanasan joule, suatu proses di mana arus listrik melewati elemen pemanas.

Sistem ini dapat dipasangkan dengan sistem panel surya dan turbin angin untuk menangkap kelebihan listrik pada siang hari dan menyimpannya untuk digunakan nanti. Hal ini sudah diberlakukan di beberapa negara maju yang menggunakan pembangkit tenaga surya untuk kebutuhan listrik.

“Katakanlah semua orang pulang kerja menyalakan AC mereka dan matahari terbenam, tapi masih panas. Pada titik itu, fotovoltaik tidak akan menghasilkan banyak, jadi anda harus menyimpan sebagian energi dari sebelumnya pada hari itu, seperti ketika matahari tengah hari, kelebihan listrik itu bisa dialihkan ke sistem penyimpanan yang kami temukan di sini,” kata Hendry.

Sistem ini akan terdiri dari tangki selebar 10 meter yang besar berinsulasi berat, terbuat dari grafit, dan diisi dengan silikon cair. Sebelum digunakan, tangki akan disimpan pada suhu dingin yang hampir 3.500 0F.

Tantangan lainnya adalah menjaga tabung mengalami kebocoran. Para peneliti menunjukkan bahwa mereka bisa mencegah kebocoran dengan memasang pecahan grafit bersama dengan baut serat karbon dan menyegelnya dengan grafoil.

Hendry menekankan bahwa desain sistem secara geografis tidak terbatas. Artinya bisa diletakkan di mana saja, terlepas dari lanskap lokasi. Ini berbeda dengan pembangkit listrik tenaga air yang dipompa merupakan bentuk penyimpanan energi termurah.

Namun, itu membutuhkan lokasi yang bisa menampung air terjun dan bendungan besar untuk menyimpan energi dari air yang jatuh. “Secara teori, ini adalah kunci untuk mengaktifkan energi terbaru dalam memberi daya pada seluruh jaringan. Ini tidak terbatas secara geografis dan lebih murah daripada hidro dipompa yang sangat menarik,” kata Hendry. (Fandy)

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini