nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gandeng Swedia, Target Energi Terbarukan 23% di 2025 Bisa Tercapai?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 10 April 2019 17:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 10 320 2041646 gandeng-swedia-target-energi-terbarukan-23-di-2025-bisa-tercapai-noAIGgyeF1.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - Indonesia bersama dengan Swedia melakukan kerjasama dalam pengembangan energi terbarukan. Komitmen ini terjadi usai pertemuan business to business (B2B) yang terjadi antara pengusaha Indonesia dan Swedia pada hari ini.

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma mengatakan dengan kerjasama ini, Indonesia bisa mendongkrak sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Diperkirakan, dengan kerjasama ini, akselarasi pengembangan EBT Indonesia bisa mencapai 23% pada 2025

"Oleh karena itu, kita dalam beberapa tahun terkahir itu kan ingin meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan yang 2025 itu menjadi 23%," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

 Baca Juga: Target Pemanfaatan 23%, Energi Terbarukan Dikejar Bertahap

Menurutnya, Indonesia masih sangat ketinggalan jauh dalam pengembangan EBT. Karena Swedia sendiri sudah mengincar untuk lepas dari bayang-bayang penggunaaan energi fosil.

"Nah indonesia dengan program peningkatan 23% ini kan masih tertinggal jauh dibandingkan mereka. Karena itu kita harapkan berbagai sektor kita tingkatkan," katanya.

Saat ini sendiri lanjut Surya, realisasi EBT Indonesia masih berada di kisaran 8%. Artinya untuk sampai menjadi 23%, Indonesia masih harus kerja keras agar target tersebut bisa tercapai.

"8% realisasinya masih sangat jauh gap-nya. Kalau batu bara kan sudah tercapai. Minyak bumi juga mengurangi pemanfaatan untuk listrik sebagian besar sudah. Kalau EBT bisa masuk sesuai target itu semua capaian yang dituangkan dalam energi nasional itu bisa," katanya.

 Baca Juga: Target Bauran Energi Terbarukan 23%, Menteri Jonan: Ini Tantangan

Surya menambahkan, dalam pertemuan tersebut, Swedish Energy Agency memboyong tujuh perusahaan yang bergerak di bidang konservasi energi untuk bertemu dengan pengusaha-pengusaha Indonesia. Perusahaan tersebut menghadirkan teknologi yang diyakini membantu perusahaan di Indonesia dalam menghemat energi.

Salah satu teknologi yang ditawarkan adalah penghematan listrik pada air conditioner (AC). Teknologi ini memiliki stabilitas penyaluran energi dan ventilasi udara yang optimal.

"Karena itu semua kesempatan yang ingin kita gunakan dalam rangka merelaisasikan itu salah satu diantaranya itu dengan kerja sama kerja sama dengan Swedia itu termasuk di bidang alih teknologi capacity building ada smart green dan sebagainya energi terbarukan lainnya," ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini