nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Fakta Perjuangan Swedia Gunakan Energi Terbarukan

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Minggu 14 April 2019 06:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 13 320 2043109 sederet-fakta-perjuangan-swedia-gunakan-energi-terbarukan-AtVrfTYHPe.jpg Foto: Reuters

JAKARTA – Sebagai negara maju, Swedia menjadi percontohan bagi negara lain mengenai pengembangan energi terbarukan (EBT).

Seperti disampaikan oleh Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma mengatakan, memang secara waktu Swedia tergolong telat dalam hal pengembangan EBT. Akan tetapi saat ini Swedia sudah ada di atas negara-negara lain dalam hal pengembangan EBT.

Surya menambahkan, Swedia saat ini sudah mencanangkan target yang lebih tinggi dengan lepas dari bayang-bayang penggunaan energi fosil. Rencananya, Swedia akan lepas dari bayang-bayang energi fosil pada 2030.

Berikut fakta-fakta hebatnya Swedia maksimalkan energi green seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

1. Good Bye Minyak Cs, Swedia Gunakan 100% Energi Terbarukan pada 2030

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma mengatakan, memang secara waktu Swedia tergolong telat dalam hal pengembangan EBT. Akan tetapi saat ini Swedia sudah ada di atas negara-negara lain dalam hal pengembangan EBT.

Menurut Surya, bahkan Swedia saat ini sudah mencanangkan target yang lebih tinggi dengan lepas dari bayang-bayang penggunaan energi fosil. Rencananya, Swedia akan lepas dari bayang-bayang energi fosil pada 2030.

2. Swedia Tawarkan Teknologi Hemat Energi

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma mengatakan, salah satu teknologi yang ditawarkan adalah penghematan listrik pada air conditioner (AC). Teknologi ini memiliki stabilitas penyaluran energi dan ventilasi udara yang optimal.

"Karena itu semua kesempatan yang ingin kita gunakan dalam rangka merealisasikan itu salah satu di antaranya itu dengan kerja sama kerja sama dengan Swedia itu termasuk di bidang teknologi alih teknologi capacity building ada smart green dan sebagainya energi terbarukan lainnya," ujarnya saat ditemui di Kantor Apindo, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

3. Perjalanan Swedia Jadi Negara Sukses Kembangkan Energi Terbarukan

Perwakilan dari Badan Energi Swedia Paul Westin mengatakan, Swedia sejatinya negara pemula untuk pengembangan energi terbarukan. Awal mula pengembangan tersebut bermula pada 1960-an ketika itu sumber daya alam Swedia semakin menipis.

"Pada awal tahun 1960-an, Swedia mengakui bahwa hilangnya sumber daya alam yang cepat harus dihadapi," ujarnya dalam forum diskusi di Menara Apindo, Jakarta, Selasa (10/4/2019).

Akhirnya menurut Paul, pada 1970 hingga 1980 pihaknya mulai melakukan eksplorasi sumber-sumber energi baru. Apalagi ketika itu, terjadi krisis minyak mentah besar-besaran.

4. Indonesia-Swedia Kerja Sama Kembangkan Energi Terbarukan

Indonesia dan Swedia melalui ISPC Apindo dan Swedish Energy Agency alias Badan Energi Swedia melakukan kerjasama untuk mengembangkan energi terbarukan. Seperti diketahui, pemerintah sendiri ingin agar energi terbarukan bisa lebih dikembangkan hingga 23% pada tahun 2025 mendatang.

5. Gandeng Swedia, Target Energi Terbarukan 23% di 2025 Bisa Tercapai?

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma mengatakan dengan kerjasama ini, Indonesia bisa mendongkrak sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Diperkirakan, dengan kerjasama ini, akselarasi pengembangan EBT Indonesia bisa mencapai 23% pada 2025.

"Oleh karena itu, kita dalam beberapa tahun terkahir itu kan ingin meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan yang 2025 itu menjadi 23%," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

6. Target Pemanfaatan 23%, Energi Terbarukan Dikejar Bertahap

Pemerintah berkomitmen terus mendorong sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Komitmen tersebut tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang menyatakan pada 2025 mendatang bauran energi nasional pemanfaatan sumber energi berbasis energi baru terbarukan mencapai 23%.

Menurut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, proses pengalihan pemanfaatan sumber energi berbasis fosil ke energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia memerlukan waktu, seperti di negara-negara Eropa dan China. Pada waktunya, sumber-sumber energi berbasis fosil akan tergantikan oleh sumber energi terbarukan.

7. RUU Energi Baru Terbarukan Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Pemerintah perlu mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satunya adalah dengan sesegara mungkin mengesahkan undang-undang tentang Energi Baru Terbarukan (EBT).

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma mengatakan, para pengusaha berharap jika rancangan Undang-Undang mengenai EBT bisa segera rampung pada tahun ini. Karena juka tidak rampung pada tahun ini akan sangat sulit sekali sebab para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memasuki kepengurusan yang baru.

(rhs)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini