nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Uji Coba Distribusi Tertutup Elpiji 3 Kg Dimulai Hari Ini

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 22 April 2019 10:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 22 320 2046332 uji-coba-distribusi-tertutup-elpiji-3-kg-dimulai-hari-ini-6oxe6lYnpO.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Pemerintah akhirnya melakukan uji coba distribusi tertutup penyaluran gas elpiji subsidi 3 kilogram (kg) yang dilaksanakan mulai hari ini di tujuh titik.

Distribusi tertutup diterapkan dengan cara menyalurkan elpiji 3 kg kepada golongan masyarakat tidak mampu dengan menggunakan kartu identitas tertentu. Uang subsidi akan di transfer langsung oleh pemerintah kepada masyarakat penerima subsidi melalui bantuan sosial terintegrasi.

Adapun penerima subsidi disesuaikan dengan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan dilaksanakan oleh Kementerian Sosial. “Sudah fixed pakai kartu supaya lebih tepat sasaran. Untuk implementasi uji coba ada di Kementerian Sosial dan TNP2K,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di Jakarta, kemarin.

 Baca Juga: JK: Distribusi Tertutup Elpiji 3 Kg Sulitkan Masyarakat

Kepala Unit Komunikasi dan Pengelolaan Pengetahuan TNP2K Ruddy Gobel memastikan uji coba distribusi tertutup akan dilakukan pada hari ini. Uji coba dilakukan di tujuh lokasi dengan melibatkan 14.193 warga penerima subsidi.

Menurutnya, uji coba akan di laksanakan dalam dua tahap, yakni untuk yang kedua di laksanakan pada 2 Mei 2019. Adapun tahap pertama akan dilaksanakan kepada 14.193 warga penerima subsidi. Setiap warga menerima uang transfer nominal sebesar Rp20.000 sebagai bentuk subsidi langsung.

“Untuk sosialisasi, edukasi, dan registrasi sudah selesai. Uang Rp20.000 nanti langsung masuk ke rekening rumah tangga penerima manfaat subsidi, kemudian langsung bisa melakukan transaksi pembelian elpiji 3 kg di toko yang turut melakukan uji coba,” katanya.

Dia menjelaskan, dana itu akan serentak masuk ke dalam tahap pertama rekening warga penerima manfaat. Kemudian akan ditransfer serentak pada tahap kedua pada 2 Mei 2019 mendatang. “Penggunaan dana subsidi tentu berbeda-beda. Penerima manfaat subsidi dapat melakukan transaksi sampai 15 Mei 2019,” katanya.

 Baca Juga: Terminal LPG Kupang Bakal Turunkan Harga Gas di NTT

Dia menjelaskan, tujuh wilayah untuk uji coba distribusi tertutup itu di antaranya Jakarta Utara, Bogor, Kediri, Bukit tinggi, Gunung Kidul, Tomohon, dan Tangerang. Di Bogor ada 13 toko, Kediri 11 toko, Jakarta Utara 94 toko, Bukit tinggi 14 toko, Gunung Kidul 11 toko, dan Tangerang 17 toko. Uji coba ini juga melibatkan tiga bank BUMN, yakni BRI, BNI, dan Bank Mandiri.

“Setiap toko telah dilatih mengenai tata cara bagaimana melakukan transaksi dengan kartu khusus subsidi,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika uji coba tersebut sukses, baru akan dilaksanakan serentak seluruh Indonesia. Adapun jumlah penerima subsidi secara nasional sebanyak 25,7 juta rumah tangga. “Kalau uji coba sukses akan diterapkan secara nasional. Namun, sebelum itu, ada tahap pengembangan kebijakan dan penyesuaian regulasi,” katanya.

Di sisi lain, Kementerian ESDM juga mengubah formula harga gas elpiji 3 kg. Hal itu dilakukan melalui Kepmen ESDM No 61 K/12/MEM/ 2019 tentang Harga Patokan Liquified Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram Tahun Anggaran 2019.

Arcandra mengatakan, perbedaan formula lama dengan yang baru terletak pada besaran Harga Indeks Pasar (HIP) mengacu pada harga acuan CP Aramco. Perbedaan lainnya adalah pada besaran variable cost produksi.

“Kunci dari perubahan ini adalah menciptakan efisiensi. Jadi, sesuai dengan fakta dan struktur biaya,” ucapnya. Ia merinci formula lama ditetapkan struktur harga ke ekonomian gas elpiji dari 103,64% HIP + USD84 per metrik ton + Rp1.950 per kilogram.

Arti dari formula tersebut adalah 103,64% HIP adalah seluruh komponen pembentuk harga dasar rata-rata harian satuan CP Aramco, kurs rupiah harian, dan harga komponen antara impor gas dengan produksi dalam negeri.

Untuk formula baru berubah menjadi 103,85% HIP + USD50,11 per metrik ton + Rp1.879 per kilogram. Melalui formula baru tersebut beban subsidi akan lebih efisien karena CP Aramco cenderung turun. “Dengan formula baru ini harapannya mendapatkan harga yang lebih aktual dan efisiensi,” katanya. (Nanang Wijayanto)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini