nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terminal LPG Kupang Bakal Turunkan Harga Gas di NTT

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 01 April 2019 16:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 01 320 2037829 terminal-lpg-kupang-bakal-turunkan-harga-gas-di-ntt-8SqA1bMUYm.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

KUPANG - Pembangunan Terminal LPG di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai bakal meningkatkan perekonomian provinsi tersebut. Sebab, akan menekan tingginya harga jual LPG, khususnya non PSO (non subsidi).

Adapun proyek milik PT Pertamina (Persero) ini sudah mulai dilakukan pembangunan yang targetnya bisa rampung pada 2020. Di mana proyek ini juga akan diikuti dengan pembangunan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE).

Direktur Logistics Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo mengatakan, selama ini pengisian LPG NTT dilakukan di Surabaya. Jarak yang jauh itu membuat ongkos pengiriman menjadi tinggi yang berimbas pada harga penjualan di Kupang.

"Namun setelah Terminal LPG Kupang beroperasi dan adanya rencana pembangunan SPPBE maka rantai supply menjadi lebih pendek, dan harga jual menjadi lebih kompetitif," katanya, Senin (1/4/2019).

 Baca Juga: Pertamina Tunjuk Barata Bangun Terminal LPG di Kupang

Adapun saat ini penjualan LPG di wilayah NTT terdiri dari Elpiji 12 kilogram (kg) dan Bright Gas 12 kg dengan kisaran harga Rp195.000-Rp225.000 per tabung. Juga Bright Gas 5,5 kg dengan kisaran harga Rp110.000-Rp135.000 per tabung.

Gandhi menilai dengan beroperasinya Terminal LPG Kupang juga SPPBE ke depannya akan menekan harga menjadi sekitar Rp155.000-Rp170.0000 per tabung untuk Elpiji 12 kg dan Bright Gas 12 kg, serta Rp72.000-Rp85.000 per tabung untuk Bright Gas 5,5 kg.

Di sisi lain, dengan adanya Terminal LPG juga mempermudah program konversi ke LPG, sebab di provinsi ini masih banyak masyarakat yang menggunakan minyak tanah. Di mana konsumsinya mencapai 300 kilo liter (kl) per hari.

"Dengan adanya konversi maka akan hemat belanja masyarakat sekitar 10% dibanding mereka belanja minyak. Maka sektor riil pun akan bergerak, di samping harga LPG yang murah dan adanya ketersediaan energi," katanya.

Manfaat lain dari proyek ini yakni adanya lapangan kerja baru, baik pada saat tahap konstruksi yang dijadwalkan selama 18 bulan dan setelah beroperasi kelak. Selain itu juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk pembangunan, serta memunculkan dampak ikutan berupa usaha-usaha jasa penunjang seperti katering atau kuliner, laundry, dan lain-lain.

"Dengan adanya pergerakan ini juga akan memicu pergerakan ekonomi daerah, ini mudah-mudahan akan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat," kata dia.

 Baca Juga: Pertamina Bangun 4 Terminal LPG di Wilayah Timur Indonesia, Nilainya Rp1,2 Triliun

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor Bungtilu Laiskoda menyatakan, investasi yang dilakukan Pertamina melalui pembangunan Terminal LPG merupakan hal yang sangat dibutuhkan NTT, sebab perbedaan harga LPG sangat terasa pada perekonomian. Maka ke depan dengan adanya terminal ini diharapkan perekonomian semakin terdorong.

"Karena setelah dibuka terminal LPG pasti juga akan dibuka SPBE di kabupaten-kabupaten. Disisi lain itu juga akan menyerap tenaga kerja dan itu investasi tentunya meningkatkan perekonomian. Sebab sangat mutlak untuk suatu daerah itu tumbuh yaitu investasi," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini