nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 14:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 25 20 2047915 bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-6-HpPOm2YBTz.jpeg Bank Indonesia. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 24-25 April 2019 memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate) di level 6%. Dengan demikian, ini menjadi bulan ke empat Bank Sentral menahan suku bunga acuannya di tahun 2019. Adapun suku bunga Deposit Facility (DF) tetap di level 5,25% dan Lending Facility (LF) pada level 6,75%.

"Dengan mempertimbangkan ekonomi global, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 24-25 April 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 6%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Baca Juga: BI Buka Peluang Turunkan Suku Bunga Acuan

Sebelumnya, langkah Bank Sentral menahan suku bunga acuan sudah diperkirakan. Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai langkah BI untuk menahan suku bunga acuan karena menjaga daya tarik pasar keuangan domestik, sebab beragamnya faktor risiko global yang masih mempengaruhi pasar keuangan negara berkembang.

Risiko global itu seperti perlambatan ekonomi global, antisipasi negosiasi perang dagang antara AS dan Tiongkok, kepastian Brexit.

"Selain itu tren kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa waktu belakangan ini juga turut mendorong penguatan Dolar AS," ujarnya.

perry

Selain itu, pelaku pasar juga diperkirakan masih mengantisipasi hasil keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil pemilu 2019, yang tentunya akan mempengaruhi sentimen pasar keuangan domestik. Di sisi lain, meskipun tren inflasi cenderung terkendali dalam rentang target 3,5% plus minus 1%, tetapi BI diperkirakan masih perlu memastikan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) di 2019 turun ke arah yang lebih sehat, yakni ke level -2,5% terhadap PDB.

"BI juga mempertimbangkan tren perbaikan neraca perdagangan pada kuartal I 2019," katanya.

Josua menilai, langkah menahan suku bunga acuan juga akan membuat pergerakkan Rupiah tetap stabil ke depannya. "Dan di saat bersamaan dapat mendukung penurunan defisit transaksi berjalan pada tahun ini," tambah dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini