JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan, untuk mengurangi risiko dari jebakan utang China adalah dengan skema B to B (antar badan usaha).
"Ada yang memperingati debt trap, itu untuk yang skemanya tidak seperti kita. Kita tidak melakukan perjanjian G to G (antarpemerintah), kita gunakan skema B to B (antarbadan usaha). Itu sangat baik untuk mengurangi risiko jebakan ini," katanya.
Luhut menyampaikan hal tersebut di tengah rangkaian Belt and Road Forum di Beijing, China. Menurut dia, dengan skema B to B, tidak ada uang pemerintah yang disertakan dalam proyek-proyek tersebut.
Baca Selengkapnya: Menko Luhut Yakin RI Terhindar dari Jebakan Utang China di Jalur Sutra Modern
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.