Share

Industri Manufaktur RI Terbesar di Kawasan ASEAN

Senin 29 April 2019 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 29 320 2049349 industri-manufaktur-ri-terbesar-di-kawasan-asean-wnsAkjDqlP.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Industri manufaktur Indonesia mencatat pertumbuhan luar biasa. Hal ini tampak pada data Trading Economics kuartal III tahun 2018. Disebutkan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor manufaktur Indonesia menjadi yang terbesar di kawasan ASEAN dengan nilai sebesar USD39,7 miliar.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian juga mencatat, sektor industri pengolahan nonmigas periode 2015-2018 mengalami kinerja positif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,87%. Sektor ini masih sebagai sektor yang berkontribusi paling besar terhadap PDB nasional, dengan setoran hingga 17,66% pada 2018.

Dengan konsistensi kontribusi yang tertinggi tersebut, pemerintah berkomitmen lebih memacu pengembangan industri manufaktur melalui pelaksanaan peta jalan Making Indonesia 4.0. Apresiasi besar dari roadmap itu, telah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

“Kami mendukung pemanfaataan teknologi informasi dan komunikasi dalam setiap lini proses di perusahaan sehingga memberikan nilai lebih kepada perusahaan di antaranya dari segi kecepatan untuk adaptasi desain suatu produk mengikuti permintaan pasar, maupun peningkatan kualitas dan efisiensi produksi. Ini memberikan semangat bagi kami para perusahaan manufaktur untuk memperbesar pasar ke depannya.” tutur Direktur Keuangan PT Grand Kartech Tbk, Johanes Budi K dikutip dari Harian Neraca, Senin (29/4/2019).

Baca Juga: Industri Manufaktur RI Terbesar di Dunia, KRAH Terus Perluas Pasar Ekspor

Grand Kartech merupakan salah satu manufaktur local untuk mesin-mesin untuk kebutuhan industry seperti boiler, pressure vessel, tangki, mesin-mesin customized/make to order, dan lain-lain. Johanes menambahkan “sebagai tahap awal perluasan pasar, perseroan awal tahun ini telah berhasil melakukan ekspor ke Negara tetangga, di samping menyelesaikan proyek-proyek didalam negeri seperti, tangki, heat recovery steam generator, conveyor, dan lain-lainnya”.

Baca Juga: Investasi Industri Manufaktur Tembus Rp226,18 Triliun

Sebelumnya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku optimistis akan terjadi peningkatan investasi dan ekspansi di sektor industri manufaktur seusai penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Dengan mengimplementasikan peta jalan Making Indonesia 4.0, selain diproyeksi industri dapat tumbuh optimal, juga mendorong kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

“Setelah Pemilu 2019 akan banyak proyek priotitas yang akan segera berjalan, termasuk beberapa proyek prioritas seperti di industri petrokimia. Selain itu, finalisasi peraturan mengenai mobil listrik dan pemberian insentif bagi industri,” kata Menperin.

Airlangga menerangkan, tren petumbuhan industri seusai pemilu akan terjadi, karena Indonesia adalah negara yang paling matang dalam penerapan sistem demokrasinya. Demokrasi yang matang menjadi modal pemerintah dalam menarik investasi dari luar negeri. “Optimisme pembangunan yang digaungkan pemerintah saat ini juga penting untuk menarik investasi. Semua sektor industri akan running setelah pilpres dan pileg," paparnya.

Menperin juga meyakini, kondisi ekonomi, politik, dan keamanan di Indonesia masih tetap stabil dan kondusif. Sehingga akan mendukung berjalannya aktivitas usaha atau perindustrian semakin agresif. “Apalagi, beberapa kebijakan baru akan diluncurkan untuk memudahkan pelaku industri berusaha di Indonesia dan melanjutkan kembali yang sedang terlaksana dengan baik,” tegasnya.

Rapat terbatas Presiden Joko Widodo dengan sejumlah menteri Kabinet Kerja, disebutkan bahwa Arab Saudi akan berinvestasi di sektor industri petrokomia senilai USD6 miliar atau setara Rp84,31 triliun. Rencana investasi ini telah dibicarakan oleh Presiden Jokowi dan pihak kerajaan Arab Saudi, saat presiden melakukan kunjungan ke Negara Minyak tersebut, beberapa waktu lalu.

Arab Saudi ingin melakukan kerja sama untuk menjadikan Indonesia sebagai hub bagi industri petrokimia di Asia Tenggara. Untuk itu, Presiden Jokowi menginstruksikan jajaran kementerian dan lembaga pemerintah dan non kementerian yang terkait agar segera melakukan kajian untuk kepentingan hal tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini