"Untuk memenangkan kompetisi global, kebijakan di sektor konstruksi nasional harus diarahkan untuk menjadi lebih cepat, lebih murah, dan lebih baik," katanya.
Basuki mengungkapkan salah satu prinsip dasar yang harus dilakukan adalah dengan menerapkan building information modeling (BIM) atau teknologi konstruksi yang berbasis industri 4.0. Dalam industri 4.0 melalui penerapan BIM, lanjutnya, database informasi dibuat dalam 3D model, yang digunakan untuk visualisasi setiap tahapan proyek.
Menteri PUPR juga memaparkan sejumlah aplikasi industri 4.0 yang sudah digunakan pihaknya antara lain Aplikasi Jalan Kita, yaitu aplikasi berbasis ponsel untuk memfasilitasi partisipasi masyarakat pengguna jalan dalam memberikan informasi terkait kondisi jalan dan jembatan di Indonesia.

Kemudian, ada pula aplikasi Drought and Flood Early Warning System, untuk mengukur seperti potensi banjir rob dan kondisi tinggi muka air laut, serta SIBAS RIPI, yaitu sistem informasi dan database online sebagai media koordinasi antarpelaku dalam perencanaan dan pelaksanaan infrastruktur PUPR yang mendukung pengembangan wilayah.