nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PTPP Intip Peluang di Rencana Pemindahan Ibu Kota

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 30 April 2019 20:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 30 470 2050026 ptpp-intip-peluang-di-rencana-pemindahan-ibu-kota-svZN2M6eWi.jpg Foto: RUPS PTPP (Giri/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah berencana memisahkan antara pusat pemerintahan dengan bisnisnya. Salah satu caranya dengan memindahkan ibu kota negara dari Jakarta menuju luar Pulau Jawa.

Menurut Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Lukman Hidayat, pemindahan ibu kota ini merupakan sesuatu yang baik. Apalagi bagi PT PP, perusahaan yang bergerak di bidang properti dan konstruksi.

Pemerintah menyebut akan melibatkan BUMN dalam proses pemindahan ibu kota. Oleh karenanya, PT PP yang merupakan salah satu BUMN di bidang konstruksi dan perumahan sangat tertarik dengan pemindahan ibu kota ini.

"Pada akhirnya kita menyambut baik dan itu menjadi peluang," ujarnya dalam acara konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Baca Juga: Ibu Kota Negara Pindah ke Sumatra, Presiden Jokowi: Nanti yang Timur Jauh

Meskipun begitu lanjut Lukman, pihaknya masih menunggu seperti apa kelanjutan dari pemindahan ibu kota ini. Sebab menurutnya, isu pemindahan ibu kota ini kembali santer terdengar pada saat rapat terbatas di Istana Negara kemarin.

"Ibu kota kita baru dengar pada ratas membahas pemindahan ibu kota yang akhirnya non Jawa dengan segala pertimbangannya," kata Lukman.

Secara internal sendiri sejak isu tersebut mencuat PT PP langsung melakukan kajian secara internal. Meskipun begitu dirinya belum bisa menyebutkan bagaimana kajian secara internal yang dimaksud.

"Kami baru diskusi seperti apa belum tau jadi pada hakikatnya ibukota kan ada di mana kita juga belum tau mungkin dibentuk presiden," jelasnya.

Baca Juga: Kepala BKPM Sebut Pemindahan Ibu Kota Bisa Pacu Investasi

Selain itu dirinya juga masih menunggu daerah mana yang akan dijadikan lokasi ibu kota baru tersebut. Karena hingga saat ini pemerintah baru menyebutkan tiga wilayah yang dijadikan ibu kota baru ini.

"Katakanlah di Kalimantan Kalimantan mana kita juga belum tau. Kita tunggu walaupun kita secara intern membahas kita juga menunggu mekanisme selanjutnya. Apakah Perpres aja secara hukumnya kami belum tahu," jelas Lukman.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini