nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Integrasi Moda Transportasi Belum Maksimal, Konsep TOD Dukuh Atas Dipertanyakan

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 03 Mei 2019 11:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 03 470 2050987 integrasi-moda-transportasi-belum-maksimal-konsep-tod-dukuh-atas-dipertanyakan-SvxMZFwn1U.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas, Jakarta Pusat dinilai belum optimal karena connecting (penghubung) khusus antarmoda transportasi belum dibangun.

Untuk menghubungkan antarmoda diperlukan penyediaan aksesbilitas pejalan kaki. Kondisi ideal tata ruang Dukuh Atas saat ini belum tercapai lantaran semua sudah terbangun terpisah.

“TOD yang dilakukan sekarang connecting dulu supaya integrasi moda tercapai. Ke depan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta harus segeramem bangun connecting khusus antarmoda,” ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono kemarin.

Idealnya, kawasan transit terpadu merupakan integrasi antarmoda transportasi yang jarak maksimal orang dapat menjangkau angkutan umum sekitar 300 meter, kemudian di dalamnya terdapat ruang terbuka hijau (RTH), hunian, perkantoran, dan pusat bisnis.

“Poin-poin tersebut harus dipenuhi dalam suatu konsep TOD,” ucapnya.

Baca Juga: Konsep TOD, Stasiun Cisauk Jadi Mewah seperti Bandara Soetta

Konsep TOD juga terdapat satu gedung besar yang di dalamnya ada poin-poin TOD dan seluruh moda transportasi massal terintegrasi. Untuk memaksimalkan TOD Dukuh Atas, lahan milik PD Pasar Jaya dekat area Stasiun Sudirman harus segera di bangun. Apalagi, desain sudah di setujui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan ada perkantoran dan tempat tinggal serta penghubung khusus antarmoda transportasi massal seperti KRL Commuter Line.

Kemudian, light rail transit (LRT) Jabodebek yang stasiunnya sudah diputuskan dekat landmark, juga harus dihubungkan khusus dengan moda transportasi lainnya seperti di Stasiun Bundaran HI yang terintegrasi dengan halte Transjakarta. Tiket pembayaran antar moda transportasi juga harus terintegrasi. BPTJ telah mengoordinasikan hal tersebut dengan Bank Indonesia (BI).

“Konsep TOD harus memastikan integrasi tiket dan jadwal perjalanan. Itu peran BPTJ. Kami sudah berkoordinasi dengan BI. Ke depan, semua kartu pembayaran bisa digunakan berbagai moda,” ujar Bambang.

Baca Juga: Perumnas Kebut Pembangunan Proyek TOD pada 2019

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap fasilitas kawasan TOD Dukuh Atas bisa dikembangkan, dan pengembangannya dipastikan juga bahwa pengelola-pengelola moda transportasi memahami visi besarnya. Apabila pegangannya sama, visi besarnya sama, menerjemahkan dalam bentuk kegiatan itu akan jauh lebih mudah. Kalau tidak sejalan, nanti menemui masalah seperti di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di sana dibangun jalur Transjakarta tinggi sekali dan di bawahnya ada MRT. Masing-masing mengerjakan secara benar. Namun ketika dua-duanya selesai, mereka tidak saling sambung.

“Kenapa? karena keduanya tidak disambungkan dengan visi yang sama yaitu integrasi dan kenyamanan bagi penumpang. Di kawasan ini punya BRT Transjakarta, ada MRT, LRT Jabodebek, dan LRT Jakarta, kemudian ditambah lagi kereta bandara, KRL Commuter Line, dan bus biasa. Ini tujuh moda transportasi berada di Dukuh Atas. Bila kita tidak memiliki visi sama nanti jalan sendiri-sendiri,” ungkap Anies.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini