Kemungkinan tersebut didorong oleh pertumbuhan PDB yang masih tetap kuat jika dibandingkan dengan perlambatan di seluruh Asia. Sementara rupiah kemungkinan tetap di bawah tekanan karena ketegangan perdagangan AS-China meningkat dan defisit transaksi berjalan melebar.
SVP Chief Economist BNI Ryan Kiryanto juga menilai, keputusan RDG BI akan tetap mempertahankan BI 7 day repo rate, Deposit Facility, maupun Lending Facility. ”Hal tersebut dengan mempertimbangkan faktor tekanan eksternal dan domestik terkini serta ekspektasi ke depannya,” ungkap dia, kemarin.
Faktor eksternal itu, misalnya efek negatif trade war, Brexit, dan ketegangan atau risiko geopolitik yang semuanya berdampak negatif bagi perekonomian RI. Sedangkan dari internal terkait dengan defisit neraca transaksi berjalan sebesar 2,6% terhadap PDB serta lingkungan makroekonomi yang belum kembali kondusif pascapemilu.
”Selain itu, keputusan RDG BI juga dengan mempertimbangkan perkembangan nilai tukar rupiah yang masih dalam tekanan eksternal,” katanya.
Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan di 6%, Bos BCA: Cocok Sekali