nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenhub Revisi Keputusan Menteri Terkait Tarif Batas Atas Pesawat

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 15:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 16 320 2056525 kemenhub-revisi-keputusan-menteri-terkait-tarif-batas-atas-pesawat-8VMRSCBbSn.jpeg Kemenhub (Foto: Taufik/Okezone)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan peraturan baru terkait penyesuaian Tarif Batas Atas Batas (TBA) pesawat terbang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana Pramesti mengatakan pemerintah telah melakukan rapat koordinasi dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution memutuskan melakukan perubahan penyesuaian Tarif Batas Atas (TBA).

Baca Juga: Komentar Bos KAI soal Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Beralih ke Kereta

"Rapat itu menugaskan Kemenhub melakukan perubahan Keputusan Menteri (KM), 72 tentang TBA penumpang layanan kelas ekonomi niaga terjadwal dalam negeri. Penugasan tersebut tertuang yang baru KM nomor 106, tentang TBA penumpang kelas ekonomi niaga berjadwal dalam negeri yang di tanda tangani pada Rabu (15/2/ 2019) tadi malam," ujarnya di Gedung Kemenhub Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Dia menuturkan bahwa revisi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian aspirasi masyarakat dalam memperhatikan keberlangsungan industri penerbangan terutama menjelang pelaksanaan angkutan lebaran 2019 ini.

pesawat

Berdasarkan KM yang baru tersebut KM 106 Tahun 2019 penurunan TBA sebanyak berkisar 12% sampai 16% dan tentu saja penurunan tersebut tetap mengedepankan faktor-faktor substansial keselamatan penerbangan dan ontime performance (OTP), jadi prioritas," tutur dia.

Dia menambahkan, komponen biaya kontribusi dari efektivitas operasional di bandara sehingga terjadi efisiensi bahan bakar dan operasi pesawat udara. Dengan ini didasarkan peningkatan OTP bandara sehingga memberikan kontribusi pengoperasian pesawat.

"Peningkatan OTP rata-rata yang tadinya 78,88% pada 2018 tiga bulan terakhir 86,29%. Harga tiket bersifat fluktuatif tidak hanya single faktor tapi banyak faktor. Antara lain biaya operasional , jasa navigasi, pajak asuransi harga avtur dan lain-lain. Beberapa komponen ini sangat dipengaruhi nilai tukar terhadap Rupiah," kata dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini