Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Menghadapi Konsumen Batal Membeli

Rani Hardjanti, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 24 320 2059947 jejak-bisnis-nabi-muhammad-saw-menghadapi-konsumen-batal-membeli-TWAwfWH5Pl.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Ada kecenderungan bagi perusahaan untuk memperhatikan dan memberikan pelayanan pada pelanggan mereka yang dianggap sudah loyal (existing customer). Kalaupun perusahaan akan membidik prospek, yang menjadi dasar adalah tingkat profitabilitas dari konsumen itu sendiri.

Hal ini menyebabkan seringkali kita mendengar keluhan-keluhan yang diterima oleh kalangan konsumen yang dianggap kurang berpotensi. Keikhlasan dalam melayani pelanggan, baik yang sudah loyal maupun yang baru dan ingin tahu (first time buyer) tentang produk atau jasa yang dijual tidak dibedakan.

“Mengapa saya harus buang-buang waktu menjelaskan produk pada calon konsumen yang hanya ingin tahu dan belum tentu melakukan transaksi pada akhir pembicaraan?”

Seperti dikutip dari buku Marketing Muhammad, Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad SAW, karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, terbitan Madani Prima, Senin (27/5/2019), sekarang bayangkan Anda sedang memberikan penjelasan mengenai sebuah produk pada calon pelanggan Anda. Pada satu sisi Anda mengetahui bahwa belum tentu pelanggan ini akan membeli produk yang Anda tawarkan, tetapi Anda tetap melayani dengan sepenuh hati. Semua pertanyaan dijawab dengan baik, semua benefit yang ada dijelaskan dan semua kelemahan atau efek samping dari produk Anda juga Anda kemukakan. Pada akhir pembicaraan ternyata sesuai dengan perkiraan Anda, calon pelanggan ini tidak jadi melakukan transaksi. Apakah ini sebuah kerugian?

Kalau kita berpikir secara kapital, jelas ini adalah sebuah kerugian, pembuangan energi dan waktu tanpa mendapatkan uang (transaksi) tetapi kalau kita melihat dengan kacamata Soul Marketing, pelayanan yang memuaskan atas dasar ikhlas tentunya menjadi memorable experience (pengalaman yang tidak terlupakan) bagi konsumen. Hal ini akan mereka bawa dan bicarakan pada komunitas mereka, pada lingkungan mereka dan pada setiap orang yang berinteraksi dengan mereka sebagai topik pembicaran.

Hasilnya? Anda telah mempunyai seorang marketer yang akan mempromosikan produk Anda secara gratis. Bayangkan berapa banyak orang yang tergabung dalam komunitas calon pelanggan Anda tadi.

Anda telah menciptakan seorang gate customer (pelanggan jembatan) yang akan membukakan pintu, menjembatani dan mengarahkan transaksi-transaksi yang tak terhitung jumlahnya.

Jika Anda tidak melayani konsumen tadi dengan baik bahkan Anda meninggalkan unplesasent experience (pengalaman yang tidak menyenangkan), Anda dapat ucapkan selamat tinggal pada berpuluh mungkin beratus bahkan beribu calon konsumen yang ada pada komunitas konsumen tadi. Konsumen inipun bisa menjadi future customer (pelanggan di masa depan) kita. 

Allah SWTberfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah SWTmengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. al-Baqarah [2]:

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini