nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RI Gandeng Jepang Sulap Limbah Kelapa Sawit

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 21:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 24 320 2060131 ri-gandeng-jepang-sulap-limbah-kelapa-sawit-U4b5jO4G9L.jpeg Foto: Dokumentasi Kementerian Koordinator bidang Perekonomian

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perkeonomian Darmin Nasution menyatakan, Indonesia tertarik untuk melakukan pengembangan teknologi yang mampu mengubah limbah kelapa sawit atau POME (Palm Oil Mill Effluent) menjadi menjadi produk bernilai tinggi. Teknologi ini merupakan kerjasama yang ditawarkan dari investor Jepang.

"Iya dong (tertarik), bagaimana caranya membuat sampah menjadi uang, masa kita enggak coba. Tapi ini masih ditelusuri dulu, kita tetap perlu pelajari dengan lebih baik karena kalau secara konsep sih bagus sekali, tapi kan kadang-kadang yang bagus itu kita harus hati-hati," jelas dia usai acara Biobased (Circular) Economy Investment Forum 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (24/5/2019). 

Dia menjelaskan, saat ini berkembang paradigma baru tentang industri kelapa sawit yang disebut Palm 5.0. Di mana dengan menerapkan teknologi novel algae dinilai dapat mengelola limbah kelapa sawit menjadi keuntungan finansial. 

Penelitian pengolahan limbah kelapa sawit ini bekerjasam dengan Universitas Tsukuba, yang merupakan salah satu universitas di Jepang yang kini dikembangkan menjadi pusat penelitian teknologi Alga di dunia. Salah satu teknologi komersialnya dapat mengatasi masalah limbah kelapa sawit dengan mengurangi tingkat permintaan oksigen biokimia, sekaligus mengubahnya menjadi produk bernilai tinggi seperti Omega 3 dan tepung ikan.

Saat ini pabrik CPO Indonesia memproduksi sekitar 455.000 ton POME per hari. Bahkan POME diperkirakan akan mencapai 130 juta ton pada tahun 2030. Ini adalah limbah besar yang dibebani ke lingkungan. 

Oleh sebab itu, sebagai negara penghasil minyak kelapa wawit, kata Darmin, dengan teknologi novel algae ini Indonesia dapat diuntungkan, setidaknya dari investasi dan ekspor yang baik. Selain itu, penyelesaian masalah limbah dan peningkatan skala perekonomian di daerah pengembangan Palm 5.0.

"Maka kami senang memiliki lembaga pendukung untuk secara aktif mengembangkan pengembangan teknologi Palm 5.0 untuk kebaikan dunia dan lingkungan dan juga membawa pengembalian laba yang lebih tinggi untuk industri kelapa sawit,” katanya

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini