nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPO, Indonesian Tobacco Tawarkan Harga Saham Rp180-Rp230

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 15:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 28 278 2061358 ipo-indonesian-tobacco-tawarkan-harga-saham-rp180-rp230-aD8BpWVej5.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - PT Indonesian Tobacco segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) alias menerbitkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Nantinya perusahaan produsen tambakau tersebut akan menawarkan 274,06 juta atau setara 29,13% saham kepada publik dalam IPO.

Adapun harga saham yang ditawarkan adalah kisaran Rp180 - Rp 230 per lembar saham. Dengan harga tersebut, perseroan menarikan mendapatkan dana sekitar Rp49,33 miliar hingga Rp63,03 miliar.

Direktur Utama Indonesia Tobacco Djonny Saksono mengatakan, sebenarnya wacana untuk go public sudah muncul pada tahun 1990. Namun wacana tersebut tak kunjung terelisasi karena satu dan lain hal.

 Baca Juga: IPO, Indonesian Tobacco Lepas 274,06 Juta Saham

Namun akhirnya, pada tahun ini dirinya bersyukur wacana yang muncul sejak lama ini akhirnya bisa terealisasi. Sebab menurutnya, dengan IPO ini pengelolaan keuangan dari perusahaan bisa lebih baik lagi.

"Kami ingin menerapkan prinsip good corporate governance, sudah saatnya go-public untuk lebih membesarkan perusahaan," ujarnya dalam acara paparan publik di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Djony menambahkan, dana seluruh hasil IPO akan dipakai perseroan untuk meningkatkan stok bahan baku. Misalnya untuk pembelian tembakau.

"Pembelian daun tembakau dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat mengingat pasar yang terus tumbuh," jelasnya.

Sebagai informasi, saham perseroan rencananya akan dicatatkan di BEI pada 4 Juli mendatang. Dalam penawaran saham tersebut, PT Phillip Sekuritas Indonesia ditetapkan sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Sebelum penawaran umum, Djonny Saksono juga menjadi pemilik saham perseroan dengan porsi 90,1% dan sisanya milik PT Anugerah Investindo Nusantara 9,9%.

 Baca Juga: Hotel Fitra Incar Dana IPO Rp23,1 Miliar

Hingga saat ini total aset dari Tobacco Indonesia adalah Rp 355,67 miliar per akhir 2018, terbagi menjadi kewajiban Rp 149,66 miliar dan modal Rp 206,01 miliar.

Pada periode yang sama, Perusahaan yang didirikan di Jawa Timur itu membukukan pendapatan Rp 134,51 miliar dan laba tahun berjalan Rp 8,24 miliar, sehingga memiliki margin laba 6,12%.

Pendapatan perseroan tersebut berasal dari penjualan tembakau linting ke pasar domestik dan pasar ekspor, yaitu ke Singapura, Malaysia, dan Jepang.

Beberapa contoh merk tembakau yang diproduksi perseroan adalah Butterfly, Kuda Terbang, DC 9, Djago Tarung, Mawar Anggrek, Kuda Terbang Merah, Kuda Terbang Biru, Roda Terbang, Deer, Roadhouse, Lampion Lilin, Anggur Kupu, Bunga Sakura, Pohon Sagu, Deer, Save, dan Black Bear

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini