Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dibayar Rp33,11 Triliun, Elon Musk Jadi CEO Bergaji Tertinggi

Koran SINDO , Jurnalis-Selasa, 28 Mei 2019 |08:25 WIB
Dibayar Rp33,11 Triliun, Elon Musk Jadi CEO Bergaji Tertinggi
Foto: Koran Sindo
A
A
A

WASHINGTONElon Musk mencatatkan diri sebagai CEO dengan gaji tertinggi di dunia. Seberapa besar gajinya? Sangat fantastis, mencapai USD2,3 miliar (Rp33,11 triliun), termasuk dalam bentuk saham dan berbagai penghargaan.

Gaji yang diterima Musk itu disebut-sebut merupakan kombinasi dari gaji tertinggi 65 CEO. Nilai gaji Musk tersebut terungkap dalam sebuah penelitian yang dilaksanakan The New York Times. Penelitian dimaksud dikerjakan bersama konsultan kompensasi eksekutif Equilar dengan mengamati kompensasi bagi CEO di 200 perusahaan publik tahun lalu. Gaji tersebut diberikan setelah para pemegang saham Tesla menyepakati proposal gaji khusus untuk Musk yang juga komisaris Tesla pada 2018 lalu. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan USD2,3 miliar, gaji Musk tersebut naik 4,6 juta. Bila dibandingkan dengan gaji rata-rata karyawan Tesla yang mencapai USD56.163 (Rp808 juta), nominal gaji yang diperoleh Musk itu jumlahnya 40.668 kalinya.

Baca Juga: Perempuan Ini Mendadak Jadi Miliarder Gara-Gara IPO

Umumnya CEO mengalami ke naikan gaji 16,4% atau naik 9% pada 2016. Adapun rasio gaji CEO mengalami peningkatan mencapai 277 kali bila di bandingkan dengan rata-rata gaji karyawannya. Sebagai perbandingan, CEO dengan gaji tertinggi, CEO Discovery David M Zaslav, hanya mendapatkan USD129 juta. Tapi kompensasi yang didapatkan Musk yang memang tidak lazim di antara para eksekutif tersebut secara bulat disepakati para pemegang saham Tesla pada Maret 2018. Mereka sepakat menggelontorkan gaji fantastis untuk Musk sebagai paket hadiah atas perjuangannya membesarkan Tesla selama satu dekade hingga menjadi perusahaan terkemuka di dunia.

gaji

Pemegang saham juga menjanjikan akan menggaji Musk lebih tinggi jika bisa mewujudkan mendongkrak kapitalisasi Tesla dari USD52 miliar (Rp748 triliun) menjadi lebih dari USD650 miliar (Rp9.354 triliun). Kendati demikian, kenaikan gaji tak wajar Musk tetap saja menimbulkan guncangan karena sempat memicu fluktuasi nilai saham Tesla yang cukup tajam tahun lalu. Nilai sahamnya juga mengalami penurunan drastis sejak awal 2019. Perusahaan mobil listrik juga mengalami keuangan yang kacau balau. Masa depan Tesla kini bergantung pada Model 3, mobil sedan dengan harga terendah yang diharapkan bisa diterima publik secara umum. Masalahnya Tesla tidak menjual mobil tipe tersebut dalam jumlah besar.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement