Daya Saing Indonesia Ingin Masuk 20 Besar? Ini Pekerjaan Rumah yang Harus Diselesaikan

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 02 Juni 2019 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 02 320 2063115 daya-saing-indonesia-ingin-masuk-20-besar-ini-pekerjaan-rumah-yang-harus-diselesaikan-pewiQiMXpF.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Indonesia mencatatkan capaian yang cukup positif pada peringkat daya saing yang dirilis oleh IMD World Competitiveness Yearbook (WCY) 2019. Bagaimana tidak, Indonesia berhasil naik sebelas peringkat dari tahun sebelumnya.

Managing Director LM FEB UI Toto Pranoto mengatakan, pemerintah tidak boleh jumawa dengan apa yang telah dicapai. Sebab, masih banyak pekerjaan rumah yang menumpuk agar peringkat daya saing Indonesia jauh lebih baik lagi bahkan bisa masuk 20 besar.

Menurut Toto, setidaknya terdapat lima tantangan yang masih dihadapi Indonesia di tahun 2019 ini, yaitu stagnannya pertumbuhan ekonomi dan ekspansi kredit, masih kurangnya penguatan industri dasar, inkonsistensi penerapan kebijakan dan penegakan hukum, perlunya peningkatan kompetensi dan keahlian SDM, dan perubahan struktur pemerintahan pasca pemilihan presiden 2019.

“Menjawab tantangan-tangangan ini adalah upaya untuk terus meningkatan daya saing Indonesia,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (2/6/2019). 

Sementara itu Koordinator Riset IMD WCY sekaligus Direktur Konsultasi LM FEB UI, Willem Makaliwe mengatakan, pembangunan infrastruktur harus terus dilakukan. Sebab meskipun saat ini posisinya terus mengalami kenaikan, namun hal itu masih belum cukup berpengaruh terhadap bisnis dan ekonomi Indonesia.

Perbaikan infrastruktur juga bisa membuat peringkat daya saing Indonesia secara keseluruhan meningkat. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan naik menuju peringkat 20 besar.

"Namun demikian, dampak pembangunan infrastruktur di Indonesia masih belum signifikan berpengaruh terhadap mendorong aktivitas ekonomi dan bisnis," jelasnya.

Sebagai informasi, penilaian daya saing ini sendiri dilakukan kepada 63 negara untuk di evaluasi peringkat daya saingnya berdasarkan overall ranking dari empat faktor daya saing (competitive factors), yaitu kinerja ekonomi (economic performance), efisiensi pemerintahan (government efficiency), efisiensi bisnis (Business Efficiency), dan Infrastruktur (infrastructure).

Penilaian daya saing dari empat competitive factors tersebut berdasarkan 143 kriteria dari hard data yang merupakan data-data statistik dari sumber nasional dan internasional serta 92 kriteria dari riset data yang merupakan gabungan dari international panel of experts dan executive opinion survey.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini