Uang tersebut, lanjut dia, mayoritas akan beredar di Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Timur serta sebagian di Sumatera (Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan) dan sisanya daerah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.
Dana tersebut, belum termasuk remitansi dari TKI Indonesia yang bekerja di luar negeri yang berjumlah hampir 9 juta orang.
"Jika kita membuat perhitungan yang sangat sederhana saja para TKI kita mengirimkan Rp1 juta per orang menjelang Idul Fitri tahun ini maka daerah akan menerima perputaran tambahan sebesar Rp9 triliun, walaupun kecenderungannya dana tersebut tidak akan dibelanjakan semua," imbuhnya.

Sarman menilai kondisi tersebut akan membuat ekonomi daerah bergerak dan bergairah karena perputaran uang yang sangat tinggi sebagai dampak dari uang yang mengalir dari kota Jakarta ke daerah tujuan mudik.
Belanja konsumsi masyarakat itu diharapkan akan mampu memberikan kontribusi dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi triwulan kedua 2019 yang diperkirakan dapat mencapai 5,2%, naik dari pertumbuhan ekonomi triwulan pertama yang hanya mencapai 5,07%.