nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pajaki Google hingga Facebook, Sri Mulyani Hadiri Pertemuan G20 di Jepang

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 08 Juni 2019 17:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 08 20 2064555 pajaki-google-hingga-facebook-sri-mulyani-hadiri-pertemuan-g20-di-jepang-W7RmxuPYx3.png Foto: Pertemuan G20 di Fukuoka Jepang (Reuters)

JAKARTA - Menteri Keuangan yang tergabung di G20 sepakat membuat peraturan umum yang akan menutup celah raksasa teknologi global seperti Facebook dalam mengurangi pajak perusahaan mereka. Hal tersebut menjadi kesepakatan dalam pertemuan tingkat menteri G20 tentang Perpajakan Internasional, di Fukuoka, Jepang. Turun hadir pada pertemuan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Facebook, Google, Amazon, dan perusahaan teknologi besar lainnya mendapat kecaman karena tidak membayar pajak tapi membukukan keuntungan dari negara yang masyarakatnya menggunakan aplikasi tersebut. Praktik tersebut pun dinilai banyak orang sebagai tindakan yang tak adil.

Aturan baru itu berarti beban pajak yang lebih tinggi untuk perusahaan multinasional besar, tetapi juga akan mempersulit negara-negara seperti Irlandia untuk menarik investasi asing langsung dengan janji tarif pajak perusahaan yang sangat rendah.

Baca Juga: Negara G20 Sepakati Pajak Skema Tunggal untuk Google Cs

Inggris dan Prancis telah menjadi salah satu pengusul proposal yang paling vokal untuk memajaki perusahaan teknologi besar. Fokusnya pada membuat perusahaan teknologi tersebut lebih sulit untuk mengalihkan keuntungan dengan pembayaran pajak rendah dan pada pengenaan pajak perusahaan minimum.

Amerika Serikat menyatakan keprihatinan bahwa perusahaan-perusahaan internet AS tidak adil dalam memperbarui kode pajak perusahaan global.

"Amerika Serikat memiliki keprihatinan signifikan dengan dua pajak perusahaan yang diusulkan oleh Perancis dan Inggris," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, dikutip dari Reuters, Sabtu (8/6/2019).

"Jadi sekarang kita hanya perlu mengambil konsensus di sini dan berurusan dengan teknis tentang bagaimana kita mengubahnya menjadi kesepakatan," tambahnya.

Baca Juga: Google Didenda Rp24 Triliun karena Blokir Iklan Pesaing

Mnuchin berbicara di panel tentang perpajakan global di G20 setelah menteri keuangan Perancis dan Inggris menyatakan simpati dengan kekhawatiran Mnuchin bahwa aturan pajak baru tidak mendiskriminasi perusahaan tertentu.

Perusahaan internet besar mengatakan mereka mengikuti aturan pajak tetapi hanya membayar sedikit pajak di Eropa, biasanya dengan menyalurkan penjualan melalui negara-negara seperti Irlandia dan Luksemburg, yang memiliki rezim pajak sentuhan-ringan.

Debat G20 tentang perubahan kode pajak fokus pada dua pilar yang bisa menjadi pukulan ganda bagi beberapa perusahaan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini