nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPO, Saham Hotel Fitra Naik 69,61%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 10:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 11 278 2065190 ipo-saham-hotel-fitra-naik-69-61-hdwqEVHqOO.jpeg IPO Hotel Fitra International (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - PT Hotel Fitra International Tbk resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) usai melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada perdagangan hari ini, Selasa (11/6/2019). Emiten berkode saham FITT tersebut jadi perusahaan ke-13 yang melantai di BEI tahun 2019.

Dalam aksi korporasi ini, perusahaan melepas 220.000.000 lembar saham atau sebesar 36,67% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Adapun harga yang ditawarkan Rp102 per lembar saham, maka dana segar yang akan diperoleh sebesar Rp22,40 miliar. Pada pembukaan perdagangan, saham FITT naik 69,61% atau 71 poin ke level Rp173. Saham FITT ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 1 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp17.300.

"Kami yakin (listing) membuat perusahaan tumbuh, memberikan kontribusi bukan hanya investor tapi juga perekonomian Majalengka. Keputusan menjadi perusahaan publik juga sangat tepat. Sehingga akan menjadi mitra percaya di masa depan," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD N Yetna Setia dalam pembukaan perdagangan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Baca Juga: IPO, Indonesian Tobacco Incar Dana Rp63 Miliar

Direktur Utama Hotel Fitra International Joni Rizal menjelaskan, aksi IPO ini untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan ke depan. Di mana dana dari hasil IPO tersebut akan digunakan sebesar 49% untuk mengakuisisi tambahan landbank oleh anak usaha Perseroan PT Bumi Majalengka Permai (BMP) sebagai pengelola Hotel Fitra.

Tanah tersebut seluas 2.320 meter persegi di Jalan Siti Aminah, Kelurahan Majalengka Kulon, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang direncanakan akan dimanfaatkan sebagai convention hall. Sementara sekitar 30% digunakan untuk membangun convention hall dan sisanya 21% digunakan sebagai modal kerja BMP.

"Bagi kami hal ini merupakan langkah besar. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua tim yang terlibat dalam proses IPO. Semoga menjadi alternatif investasi investor dan menjadi pendorong perseroan untuk menjadi GCG," kata Joni dalam kesempatan yang sama.

IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini 

Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT Lotus Andalan Sekuritas sebagai perusahaan penjamin pelaksana emisi efek (under writer).

Bersamaan dengan IPO, perusahaan juga memberikan pemanis dengan menerbitkan sebanyak 132.000.000 Waran Seri l. Jumlah waran tersebut setara dengan 34,73% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor perusahaan.

Waran ini diberikan cuma-cuma kepada pemegang saham perusahaan yang namanya tercatat di daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan dengan rasio setiap pemegang 5 saham mendapatkan 3 waran, dengan harga pelaksanaan Rp138 per saham dan periode pelaksanaan antara 11 Desember 2019 hingga 10 Juni 2022.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini