Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Produsen Taro Lepas dari Jerat Pailit

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 12 Juni 2019 |04:29 WIB
Cerita Produsen Taro Lepas dari Jerat Pailit
Ilustrasi: Foto Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) berhasil lepas dari jerat pailit setelah sidang PKPU menyatakan hakim mengesahkan persetujuan antara debitur dan kreditur untuk mengakhiri kepailitan atau homologasi terhadap dua anak usaha TPS Food yang memproduksi Taro, yakni PT Putra Taro Paloma (PTP) dan PT Balaraja Bisco Paloma (BBP).

Sekadar diketahui, dua anak usaha TPS Food yakni PT Putra Taro Paloma (PTP) dan PT Balaraja Bisco Paloma (BBP) terancam pailit. PTP dan BPP menjalani proses PKPU sejak 5 September 2018 dengan nomor 117/Pdt/Sus PKPU/2017/PN Jkt.Pst. Permohonan ini diajukan oleh Bank UOB Indonesia.

Kedua perusahaan itu diketahui memiliki tagihan Rp427,93 miliar dan USD4,54 juta (Rp67,87 miliar). Dengan kata lain, totalnya mencapai Rp495,8 miliar.

Khusus tagihan UOB nilainya mencapai Rp190,71 miliar. Angka ini sudah termasuk denda dan bunga. Jika dirinci ada kredit commited term loan Rp88,5 miliar, fasilitas trust receipt dan clear trust receipt Rp83,85 miliar, serta fasilitas overdraft Rp18,36 miliar.

Meski hasil sidang PKPU mendapatkan pengesahan hakim terkait persetujuan antara debitur dan kreditur untuk mengakhiri kepailitan, namun TPS Food masih harus berjibaku untuk mendapatkan persetujuan pengurus terkait dengan biaya pengurusan dan honor pengurus. Perusahaan kini masih mencoba mendapat keringanan dari pengurus mengenai biaya yang harus ditanggung sebesar 2,5% dari total utang.

Baca Selengkapnya: Produsen Taro Terancam Pailit, BEI Tunggu Pengembangan Bisnis Usai Putusan PKPU

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement