nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS: Harga Pangan Sepanjang Ramadan Membaik

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 15:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 11 320 2065291 bps-harga-pangan-sepanjang-ramadan-membaik-Rc7GFV8byo.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pada Mei 2019 terjadi inflasi sebesar 0,68% (month to month/mtm). Realisasi ini memang mengalami kenaikan dibandingkan April 2019 yang sebesar 0,44%, hal ini didorong bulan Ramadan yang memang jatuh di bulan Mei. Dan harga pangan selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri justru relatif membaik.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, harga-harga kebutuhan pangan telah terkendali dan stabil pada periode Ramadhan dan Lebaran 2019. Di mana pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pasokan menjadi salah satu alasan kestabilan harga-harga pada periode ini, meski terdapat peningkatan permintaan.

"Ketersediaan dan pengendalian harga akan terus berlangsung sampai sepanjang tahun. Kita betul-betul membuat keseimbangan suppy and demand," kata Enggar pada keterangan tertulisnya, Selasa (11/6/2019).

 Baca Juga: Mendag Sebut Harga Pangan Terkendali Selama Lebaran

Dia menuturkan beberapa harga bahan kebutuhan pokok sempat mengalami kenaikan, namun masih dalam tataran normal. "Jadi saya memastikan ketersediaan pasokan untuk menjaga kestabilan harga bahan makanan akan terus terjadi sepanjang 2019," tuturnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan, kondisi indeks harga yang stabil didapati pada harga bahan pangan sepanjang Ramadan. Walaupun terlihat mengalami inflasi 2,02%, patut diingat kenaikan indeks harga tersebut dikarenakan minggu awal dan akhir Ramadan seluruhnya terjadi pada bulan Mei 2019.

"Sebetulnya cenderung terkendali, ya agak mendinganlah," kata dia

 Baca Juga: Inflasi Ramadan Dipicu Kenaikan Harga Cabai Merah hingga Tiket Kereta

Dia menjelaskan, inflasi pada Mei 2019 cenderung besar lantaran Ramadan dimulai sejak awal bulan. Sementara pada tahun lalu, masa Ramadan baru dimulai pada pertengahan Mei sehingga menyebabkan inflasi Ramadan tidak tercakup pada bulan Mei saja, namun terbagi juga ke bulan Juni.

"Kalau di pertengahan, berarti inflasinya itu terbagi dua di Mei dan Juni 2018," pungkas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini