nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bikin Macet, Menteri Basuki Desain Ulang Rest Area

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 11:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 12 320 2065570 bikin-macet-menteri-basuki-desain-ulang-rest-area-gxHRrP0ijd.jpg Foto: Rest Area (Kementerian PUPR)

JAKARTA - Pemerintah berencana akan mengupayakan adanya perubahan desain parkir di tempat peristirahatan. Hal ini menjadi salah satu evaluasi arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, penyelenggaraan arus balik lebih padat dibandingkan dengan arus mudik, karena waktu libur untuk arus balik yang sempit, sehingga banyak pemudik kembali di waktu yang hampir bersamaan.

"Pada saat mudik arus lalu lintas dari satu titik yakni Jakarta menyebar ke berbagai daerah seperti halnya irigasi. Tetapi pada arus balik, lalu lintas seperti drainase, dari beberapa titik menuju ke satu titik kembali ke Jakarta dan pada waktu hampir bersamaan sehingga manajemen waktunya ketat sekali. Waktu saat arus mudik 4-5 hari, sedangkan arus balik hanya 2-3 hari saja,” ujar Basuki, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/6/2019).

Baca Juga: Penumpang Kereta Melonjak 10% Selama Lebaran 2019

Basuki mengatakan kebijakan sistem satu arah (one way) yang diterapkan pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2019 di samping membantu kelancaran juga membawa dampak positif kepada para pedagang di sepanjang jalan nasional.

“Positifnya adalah pada saat arus mudik diberlakukan satu arah dari Jakarta, maka pengendara dari Timur ke Barat diharuskan masuk ke jalan nasional sehingga berdampak warung-warung dan toko oleh-oleh banyak dikunjungi, begitu pun sebaliknya saat arus balik,” ujarnya.

Ilustrasi rest area jalan tol

Terkait evaluasi kecukupan tempat istirahat (rest area) di Jalan Tol, Menteri Basuki mengatakan dibutuhkan dukungan perilaku pengendara dalam menggunakan rest area sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan.

"Seberapa pun banyaknya rest area, tidak akan cukup dengan kondisi eksisting yang seperti ini. Sebagai ilustrasi, rest area di Palimanan dan Kalikangkung, kondisi normal menampung 17 ribu kendaraan, namun pada saat mudik kemarin naik 4 kali lipat jadi 68 ribu kendaraan. Penerapan kebijakan satu arah yang memungkinkan penggunaan rest area di kedua sisi, juga tidak bisa menampung seluruhnya pemudik ingin masuk rest area,” ujarnya.

Baca Juga: Mudik dengan Kereta Sudah Tak Ada Lagi Calo Tiket

Sebagai evaluasi, Menteri Basuki mengatakan ke depan akan dilakukan desain ulang rest area. Hal itu dilakukan guna mengakomodasi pemudik yang ingin beristirahat di sela perjalanan mudik atau balik.

“Kita evaluasi desain untuk parkir lebih disiapkan khusus, tidak menyebar di semua ruang rest area. Perilaku pengendara umumnya misalnya jika ingin ke toilet, maka parkirnya juga harus dekat dengan toilet sehingga menumpuk. Untuk itu akan kita coba atur agar parkir kendaraan di rest area agak jauh dari pertokoan sehingga lebih teratur,” ujarnya.

Di samping itu untuk rest area pada ruas jalan tol antar kota, posisinya terlalu dekat dengan pinggir jalan, sehingga kerap menimbulkan kemacetan. “Akan kita coba evaluasi rest area yang saat ini berada persis di pinggir jalan tol. Akan lebih baik jika desainnya menjorok ke dalam, terutama untuk jalan tol antar kota yang masih memungkinkan ketersediaan lahannya. Terlebih dengan rencana Kementerian Perhubungan yang akan memanfaatkan rest area sebagai “terminal tol”, maka dibutuhkan desain khusus agar tidak menimbulkan kemacetan,” ujar Basuki.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini