nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tips Nego Gaji Pertama untuk Para Fresh Graduate

Sabtu 15 Juni 2019 07:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 14 320 2066433 tips-nego-gaji-pertama-untuk-para-fresh-graduate-9juZt41Apb.jpeg Gaji (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Negosiasi gaji sering kali menjadi tahapan rekrutmen yang membuat para pelamar kerja menjadi dilema. Kandidat pegawai harus menimbang apakah harus agresif untuk mendapat penghasilan besar, atau bisa lebih moderat sehingga mendapat gaji rata-rata dengan tambahan fasilitas tertentu.

Bagi pelamar kerja yang sudah berpengalaman, pasti sudah tahu beberapa trik negosiasi gaji untuk mendapat angka yang optimal. Namun, untuk kandidat fresh graduate, tahap negosiasi gaji menjadi hal yang cukup mengintimidasi. Untuk itu, berikut tips negosiasi gaji pertama untuk fresh graduate yang dilansir dari Qerja.com:

Baca Juga: Cara Mengelola Gaji Besar untuk Para Fresh Graduate

Riset Kisaran Gaji

Meski baru pertama kali menghadapi tantangan negosiasi, tapi bukan berarti Anda tidak bisa punya pengetahuan tentang gaji seorang tenaga ahli yang berlaku umum di pasaran. Anda bisa mencari tahu dengan membaca data rata-rata gaji yang dikeluarkan lembaga survei, mengecek review gaji di situs lowongan kerja.

Anda juga bisa bertanya langsung dengan orang yang sudah berkecimpung di industri yang digeluti. Jika beruntung, Anda bisa mendapat informasi gaji dari orang yang bekerja di perusahaan incaran. Selain itu, Anda pun harus mengecek Upah Minimum Provinsi yang berlaku di wilayah tempat perusahaan berada. Dengan demikian, Anda sudah punya bayangan besaran gaji yang reasonable.

Tentu saja cara paling mudah adalah dengan membandingkannya menggunakan Qerja.com untuk membandingkan gaji di berbagai perusahaan.

Baca Juga: Trik Mengumpulkan Uang untuk Nikah dalam Waktu 1 Tahun

Percaya Diri dan Tunjukkan Kompetensi

Kami mengerti kalau pembicaraan soal uang ini membuat para fresh graduate minder. Soalnya, Anda sendiri belum bisa menunjukkan bukti pengalaman bisa melakukan pekerjaan sesuai yang diharapkan. Tetapi, seharusnya Anda bisa lebih percaya diri dalam bernegosiasi gaji karena sudah punya pengetahuan yang cukup dan batas minimal gaji yang diinginkan. Jadi, tunjukkan keyakinan itu dengan sikap tubuh, gaya bicara, dan ketegasan.

Negosiasi gaji adalah tawar-menawar soal uang. Tapi, sebisa mungkin Anda menghindari perang argumen sehingga membuat proses negosiasi menjadi tak nyaman. Jadikan proses negosiasi ini sebagai kolaborasi antara Anda dengan user. Anda harus lebih menunjukkan kemampuan kerja dan keahlian yang dimiliki sehingga layak mendapat bayaran setimpal.

Pertimbangkan Tunjangan

Negosiasi gaji tidak melulu soal uang tunai. Jika Anda tidak mendapat bayaran sesuai yang diinginkan, coba tanyakan dan pertimbangkan tawaran fasilitas dan tunjangan dari perusahaan. Anda bisa menyesuaikan tunjangan tersebut dengan kebutuhan pekerjaan. Sebagai contoh, jika pekerjaan mengharuskan Anda melakukan perjalanan, maka negosiasikan anggaran dinas luar kantor. Sementara bila pekerjaan menuntut Anda untuk menghubungi banyak orang, maka periksa tawaran uang penggantian pulsa bulanan.

Tunggu! Jangan Sebut Angka Dulu

Ketika pewawancara sudah mengangkat tema soal gaji, Anda perlu menahan diri untuk tidak menyebutkan nilai yang diinginkan. Kalau bisa, Anda justru yang memancing pewawancara untuk mengatakan range gaji yang berlaku di perusahaan. Salah satu caranya dengan menyebut bahwa Anda meyakini perusahaan telah menyiapkan gaji yang sesuai pasaran dan industri.

Hal ini untuk menghindari penawaran gaji yang Anda sebutkan ternyata terlalu kecil sehingga perusahaan akan menyetujuinya. Sementara bila mengajukan permintaan bayaran terlalu tinggi, user bisa saja menganggap Anda sebagai fresh graduate yang melampaui batas. Kalau Anda berhasil memancing angka gaji perusahaan, setelah itu, barulah mulai negosiasi.

Berhenti dan Bilang ‘Tidak’

Fresh graduate memang belum punya pengalaman kerja, tetapi bukan berarti bisa dibayar seenaknya. Saat Anda mengumpulkan informasi gaji di awal, tetapkan nilai terendah yang masih bisa ditoleransi. Namun, bila take home pay dan tunjangan ternyata tidak masuk ke dalam hitungan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, maka berhentilah menawar. Anda bisa mencari pekerjaan lain.

Mungkin Anda akan memahami bahwa perusahaan memang tidak mampu membayar gaji standar yang diinginkan. Tetapi, bukan berarti hal itu bisa membuat Anda untuk bersimpati dan menerima penghasilan apa adanya. Namun, meski mundur dari pekerjaan yang ditawarkan, Anda harus tetap menjaga hubungan baik dengan mengirim email tanda terima kasih seusai wawancara.

Di luar semua upaya negosiasi gaji, Anda harus punya “rencana B” jika proses perekrutan tidak sesuai rencana. Apabila sudah mengikuti beberapa tahap seleksi kerja di perusahaan lain. Salah satunya dengan datang ke acara Qareer Carnival 2019 Jakarta tanggal 28-29 Juni 2019.

Acara ini akan menghadirkan 40 perusahaan dari berbagai industri, kalian bisa langsung berinteraksi dengan rekruter di acara ini. Daftar Qareer Carnival 2019 Jakarta sekarang juga sebelum terlambat.

Jadi, jika Anda gagal dalam negosiasi, Anda punya pilihan tempat kerja lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini