nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Emas Menguat, Capai Level Tertinggi 14 Bulan

Rabu 19 Juni 2019 08:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 19 320 2068126 harga-emas-menguat-capai-level-tertinggi-14-bulan-TgldmUOQpn.jpg Foto: Reuters

CHICAGO - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan ditutup pada level tertinggi dalam 14 bulan, setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengisyaratkan penurunan suku bunga.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik USD7,8 atau 0,58% menjadi ditutup pada USD1.350,7 per ounce. Demikian seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

 Baca Juga: Harga Emas Turun Kena Aksi Ambil Untung

Pada konferensi tahunan di Portugal, Draghi mengatakan ECB dapat meluncurkan stimulus baru segera setelah pertemuan kebijakan berikutnya pada Juli.

Dia mengatakan pemangkasan suku bunga merupakan salah satu amunisi bank sentral, jika kondisi perekonomian zona euro tidak membaik, ditunjukkan dengan inflasi yang lemah secara berkelanjutan.

Suku bunga yang lebih rendah membuat aset-aset safe haven seperti emas, yang tidak menghasilkan suku bunga, lebih menarik bagi investor.

Sehari sebelumnya pada 17 Juni 2019, harga emas berjangka turun tipis karena para pedagang beralih ke aksi ambil untung setelah emas mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut, di tengah kenaikan di pasar ekuitas dan penguatan dolar AS.

 Baca Juga: Harga Emas Naik karena Ketegangan Geopolitik

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan pasar saham AS. Ketika pasar saham sedang meningkat para investor dapat berhenti membeli aset-aset safe haven seperti emas.

Demikian pula ketika dolar AS menguat, emas biasanya turun karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 16,4 sen atau 1,11% menjadi USD14,993 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD7,4 atau 0,93% menjadi ditutup pada USD802 per ounce.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini