CHICAGO - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena para pedagang melakukan aksi ambil untung setelah sehari sebelumnya harga emas mencapai tingkat tertinggi dalam 14 bulan.
Aksi ambil untung itu terjadi menyusul kenaikan di pasar ekuitas Amerika Serikat (AS) yang didukung oleh optimisme atas pembicaraan perdagangan antara AS dan China pada akhir bulan ini di sela-sela KTT G20 di Jepang.
Baca Juga: Harga Emas Menguat, Capai Level Tertinggi 14 Bulan
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus turun USD1,9 atau 0,14% menjadi ditutup pada USD1.348,8 per ounce. Demikian seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Kamis (20/6/2019).
Bursa saham AS berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu dengan Indeks Dow naik 0,15% menjadi 26.504,00, Indeks S&P 500 naik 0,30%menjadi 2.926,46, dan Indeks Komposit Nasdaq naik 0,42% menjadi 7.987,32.
Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang meningkat, investor dapat berhenti membeli aset-aset safe haven, seperti emas, karena mengalihkan investasinya ke saham-saham yang dinilai lebih menguntungkan.