nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

The Fed Berpotensi Batalkan Penurunan Suku Bunga, Wall Street Respons Negatif

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 07:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 26 278 2070972 the-fed-berpotensi-batalkan-penurunan-suku-bunga-wall-street-respons-negatif-pJfFRA4q8A.jpg Foto: Wall Street (Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir melemah pada perdagangan Selasa waktu setempat. Hal tersebut disebabkan tingginya aksi jual pada saham teknologi, karena kekhawatiran perang dagang dan data ekonomi yang melambat.

Melansir Reuters, Rabu (26/6/2019), ketiga indeks utama pasar saham ditutup di zona merah, setelah Ketua The Fed mengaku sedang bergulat dengan ketidakpastian perdagangan dan tidak adanya jaminan penurunan suku bunga bulan depan.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Mixed Jelang Pidato The Fed

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 179,32 poin, atau 0,67% menjadi 26.548,22. Kemudian S&P 500 kehilangan 27,97 poin, atau 0,95% menjadi 2.917,38 dan Nasdaq Composite turun 120,98 poin, atau 1,51% menjadi 7.884,72.

Bursa saham AS

Sebelumnya, Presiden Fed St Louis James Bullard dalam sebuah wawancara mengatakan tidak ada pikiran bahwa The Fed perlu menurunkan suku bunga setengah persen. Hal itu akan dibahas dalam pertemuan The Fed untuk menentukan kebijakan pada akhir Juli.

Baca Juga: Wall Street Bervariasi Menantikan Hasil Pertemuan Trump dan Xi Jinping di G20

Bullard juga mengaku, bahwa sebenarnya dalam pertemuan kebijakan Juni, dia mengaku tidak setuju dengan keputusannya. Dia merasa bahwa inflasi lemah dan ketidakpastian tentang prospek ekonomi mendukung penurunan suku bunga.

"Powell dan Bullard keduanya membuat komentar yang mengindikasikan bahwa tidak mungkin akan ada penurunan suku bunga pada bulan Juli," kata Presiden Chase Investment Counsel Peter Tuz.

Adapun pergerakan saham yang terimbah dari sentimen di atas, seperti AbbVie Inc mengatakan akan membeli Allergan Plc dengan harga sekitar USD63 miliar, mengirimkan saham pembuat Botox 25,4%. Saham AbbVie turun 16,3%. 

Tyson Foods Inc dan Pilgrims Pride Corp masing-masing turun 1,1% dan 1,3%, setelah Departemen Kehakiman AS membuka penyelidikan kriminal atas kemungkinan penetapan harga unggas.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka dua arah (mixed) pada perdagangan hari ini. Sentimen perang dagang hingga jelang pidato pejabat Bank Sentral AS (The Fed) menghantui gerak Wall Street.

Gerak Wall Street dibayangi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan pembicaraan lebih lanjut soal perang dagang AS-China. Selain itu, investor juga masih menunggu pidato pejabat The Fed.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini