JAKARTA - PT Golden Flower Tbk resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) usai melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada perdagangan hari ini. Emiten berkode saham POLU tersebut jadi perusahaan ke-17 yang melantai di BEI tahun 2019.
Perusahaan yang bergerak di industri garmen dan tekstil tersebut melepas 150 juta lembar saham atau setara 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Adapun harga yang ditawarkan Rp288 per lembar saham, maka dana segar yang akan diperoleh sebesar Rp43,22 miliar.
Baca Juga: Golden Flower Pasang Harga IPO Rp288/Saham
Dalam aksi korporasi ini, perusahaan menunjuk UOB Kay Hian Securities telah sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter).

Pada pembukaan perdagangan, saham POLU naik 50% atau 144 poin ke level Rp432 per saham. Saham POLU ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 5 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp216.000.
"Tentunya dengan IPO, Golden Flower akan bekerja lebih transparan, akuntabel, dan mandiri. Karena saat ini perusahaan bukan lagi milik perorangan tapi masyarakat luas," ujar Presiden Komisaris Golden Flower Po Sun Kok saat pembukaan perdagangan, Rabu (26/6/2019).
Baca Juga: IPO, Indonesian Tobacco Incar Dana Rp63 Miliar
Nantinya, dana IPO pun akan digunakan untuk modal kerja perusahaan untuk pembelian bahan baku, biaya produksi, biaya operasional, biaya pemasaran, dan lain-lain. "Dana hasil IPO akan digunakan untuk penambahan modal kerja," tambahnya.