Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tercatat di BEI, Saham Golden Flower Naik 50%

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Rabu, 26 Juni 2019 |09:54 WIB
Tercatat di BEI, Saham Golden Flower Naik 50%
Foto: Pencatatan Saham Perdana Golden Flower
A
A
A

JAKARTA - PT Golden Flower Tbk resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) usai melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada perdagangan hari ini. Emiten berkode saham POLU tersebut jadi perusahaan ke-17 yang melantai di BEI tahun 2019.

Perusahaan yang bergerak di industri garmen dan tekstil tersebut melepas 150 juta lembar saham atau setara 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Adapun harga yang ditawarkan Rp288 per lembar saham, maka dana segar yang akan diperoleh sebesar Rp43,22 miliar.

Baca Juga: Golden Flower Pasang Harga IPO Rp288/Saham

Dalam aksi korporasi ini, perusahaan menunjuk UOB Kay Hian Securities telah sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter).

Papan saham Golden Flower perdana di BEI

Pada pembukaan perdagangan, saham POLU naik 50% atau 144 poin ke level Rp432 per saham. Saham POLU ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 5 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp216.000.

"Tentunya dengan IPO, Golden Flower akan bekerja lebih transparan, akuntabel, dan mandiri. Karena saat ini perusahaan bukan lagi milik perorangan tapi masyarakat luas," ujar Presiden Komisaris Golden Flower Po Sun Kok saat pembukaan perdagangan, Rabu (26/6/2019).

Baca Juga: IPO, Indonesian Tobacco Incar Dana Rp63 Miliar

Nantinya, dana IPO pun akan digunakan untuk modal kerja perusahaan untuk pembelian bahan baku, biaya produksi, biaya operasional, biaya pemasaran, dan lain-lain. "Dana hasil IPO akan digunakan untuk penambahan modal kerja," tambahnya.

Perusahaan yang berdiri sejak 1980 ini menjadi pemain besar dalam manufaktur Original Equipment Manufacturer (OEM) yang melayani merek premium global seperti Calvin Klein, Ann Taylor, J. Kru, Tommy Hilfiger, Ralp Lauren, DKNY dan lainnya. Perusahaan juga memproduksi 900 ribu potong pakaian mulai dari kemeja, blus, gaun, rok dan seragam per bulan.

Saat ini perusahaan telah mengekspor 85% garmennya ke Amerika Serikat. Kemudian 15% sisanya ke Eropa, Kanada, Australia, Afrika Selatan, Jepang, dan pasar Asia lainnya.

Pada tahun 2018, Golden Flower tercatat meraih total penjualan sebesar Rp438,46 miliar. Angka itu naik tipis yakni 0,16% dibanding tahun 2017, di mana perusahaan meraih penjualan sebesar Rp437, 76 miliar.

Tahun lalu, penjualan ekspor menjadi kontributor terbesar yakni 95,43% atau sebesar Rp418,44 miliar. Sedangkan penjualan lokal menyumbang kontribusi Rp23,05 miliar.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement