Swasembada Bawang Putih, Kementan Butuh Dana Rp1,6 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 27 320 2071483 swasembada-bawang-putih-kementan-butuh-dana-rp1-6-triliun-8G54RbsKWU.jpg Bawang Putih (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komisi IV DPR, Satgas Pangan, KPK, dan para importir berkomitmen menyukseskan target swasembada bawang putih pada 2021.

Anggaran pengembangan bawang putih untuk mencapai swasembada tersebut ada tiga sumber, yakni APBN, wajib tanam importir, dan swadaya petani. Pada 2020, Kementan mengusulkan anggaran pengembangan bawang putih sebesar Rp1,6 triliun.

“Tadi kami berdiskusi membahas evaluasi pengembangan program bawang putih, baik dilakukan oleh APBN maupun wajib tanam 5% oleh importir dan mewujudkan swasembada yang ditargetkan 2021,” kata Direktur Jenderal Horti kultura Kementan Suwandi dalam pertemuan Eva luasi Wajib Tanam dan Koordi nasi Pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Produksi Bawang Putih Nasional di Yogyakarta kemarin.

Baca Juga: Impor Bawang Putih Melonjak 57,5%, BPS: Semua dari China

Suwandi menyebutkan, program pengembangan bawang putih sudah menuai hasil yang bagus. Terbukti, luas tanam pada 2017 hanya 1.900 ha dan pada 2018 naik menjadi 11.000 ha.

Pada 2019, luas tanam bawang putih ditargetkan 20.000 hingga 30.000 ha dan 2020 ditargetkan menjadi 40.000 hingga 60.000 yang semua hasil produksinya dijadikan benih untuk mendukung tercapai swa sembada pada 2021.

Baca Juga: Pemerintah Keluarkan Izin Impor 125.000 Ton Bawang Putih

Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi menegaskan, pihaknya mendukung penuh kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran yang menargetkan pada 2021 swasembada bawang putih.

Oleh karena itu, Komisi IV DPR mendukung penambahan anggaran Kementan pada 2020, khususnya untuk pengembangan tanaman bawang putih.

“Alasannya, kami dari Komisi IV DPR merasa prihatin bahwa sebanyak 97% kebutuhan bawang putih di dalam negeri dipenuhi dari impor. Padahal, pada 1995 Indonesia tidak impor,” ujar nya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini