JAKARTA - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bekerjasama dengan Bukalapak untuk membawa UKM daerah menuju pemasaran online ke pasar global. UKM yang akan didorong terdapat di 416 kabupaten.
Ketua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan menggandeng Bukalapak, Apkasi akan membantu UKM-UKM di daerah yang anggotanya mencakup 416 pemerintah kabupaten.
"Saya melihat Bukalapak ini sudah teruji sistemnya, sementara Apkasi memiliki potensi komoditas yang tersebar di seluruh nusantara," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (7/6/2019).
Selain dengan Bukalapak, dalam kesempatan yang sama Apkasi siap berkolaborasi dengan Kemenpar untuk mengembangkan berbagai sektor pariwisata di daerah, mulai pariwisata lintas batas negara (crossborder tourism), homestay, sampai desa wisata.
"Apkasi mendukung program-program Kemenpar, sehingga ke depan kebijakan pariwisata nasional bisa semakin punya instrumen pelaksanaan yang efektif dan saling dukung di daerah di mana Apkasi beranggotakan 416 kabupaten," ujarnya.
Baca Juga: Begini Cara Pelaku IKM Melek Digital
Anas menjelaskan, pengembangan kolaborasi pariwisata ini sekaligus bagian dari strategi mendorong pemajuan seni-budaya daerah, karena semakin kuat konten kearifan lokalnya, semakin kuat pula daya tariknya untuk pengunjung," imbuh Anas.
"Untuk crossborder tourism, saya sudah sampaikan ke Pak Menteri, pilot project kerja sama ini akan dibuat di beberapa kabupaten, misalnya salah satunya Kabupaten Belu, NTT. Wisata lintas batas negara ini bisa ikut mengungkit perekonomian kabupaten tersebut, yang wilayah perbatasannya telah dibangun oleh pemerintah pusat dengan ikon-ikon yang menarik," ujarnya.
Menurut Anas, strategi crossborder tourism yang diinisiasi Kemenpar harus disambut oleh Apkasi karena akan sangat mendukung pengembangan kabupaten-kabupaten yang menjadi perbatasan negara. Pasarnya datang dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste.
"Sudah banyak kisah sukses crossborder tourism. Perancis misalnya, sekitar 50% wismannya diperoleh dari negara yang berbatasan dengannya. Di Belgia, sekitar 51% wismannya didapat dari border tourits.Di Thailand sekitar 45% wismannya berasal dari border tourists.Di Malaysia angkanya lebih tinggi lagi di mana sekitar 60% wismannya berasal dari negara tetangganya," jelas Anas.
Baca Juga: Indonesia Pamer Produk Makanan dan Kerajinan di Prancis
Sementara itu, CEO Bukalapak Ahmad Zaky mengaku antusias menjadikan UKM online. "Saya sudah berkeliling ke arena pameran yang digelar oleh Apkasi, dan saya melihat begitu banyak potensi komoditas yang bagus-bagus. Sangat sayang kalau ini tidak di-online-kan agar masyarakat banyak mengetahuinya," imbuhnya.
Zaky sedikit membocorkan strategi pemasaran yang tengah dibidik oleh Bukalapak, yakni go-global. "Kami melihat bahwa potensi pemasaran ke negara-negara lain, dalam janga pendek negara-negara di Asean dulu, Insya Allah bisa ditembus. Dengan fitur ini akan memberikan pengalaman dan tantangan kepada pelaku UKM untuk pertama kalinya bisa melakukan perdagangan expor ke luar negeri," kata Zaky.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.