nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demi Hilirisasi, Bos Inalum Minta Produksi Batu Bara Tak Diekspor Semua

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 15:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 08 320 2076112 demi-hilirisasi-bos-inalum-minta-produksi-batu-bara-tak-diekspor-semua-xp48ljRJdu.jpg batu bara (Reuters)

JAKARTA - Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin berharap agar produksi bahan baku mineral ini tidak dijual seluruhnya. Sebab untuk mendukung hilirisasi mineral dan batu bara dibutuhkan bahan baku yang tidak sedikit.

Sebagai salah satu contohnya adalah bahan mentah batu bara. Saat ini produksi batu bara dari PT Bukit Asam Tbk sendiri mencapai 25 juta ton per tahunnya.

 Baca juga: Produksi Batu Bara Samindo Resources Capai 4,8 Juta Ton

"Kami sesudah menjalani ini, contohnya batu bara kami menyadari 5 tahun ke depan, sekarang Bukit Asam produksi 25 juta ton batu bara per tahun,” ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (8/7/2019).

 batu bara (Reuters)

Dengan produksi tersebut, butuh pasokan baru baru untuk mendorong hilirisasi. Dirinya mencontohkan, dalam lima tahun ke depan PTBA membutuhkan 11 juta ton untuk membangkitkan listrik per tahunnya.

 Baca juga: Bos Adaro Prediksi Harga Batu Bara Stabil di Atas USD80/Ton

Ditambah lagi PTBA juga membutuhkan sektar 13 juta tin batu bara untuk pabrik syngas metanol dan DME. Artinya membutuhkan stok batu bara scara kontinu untuk memastikan hilirisasi ini berjalan.

Jika diekspor, nantinya PTBA akan kehilangan bahan baku untuk hilirisasi. Karena untuk dua pabrik itu saja dibutuhkan pasokan batu bara 24 juta ton.

"Akibatnya dalam 5 tahun ke depan yang tadinya ekspor 25 juta ton, kita akan serap 24 juta ton dari ore ini untuk mengubah jadi listrik dan syngas dan metanol. Akibatnya pak, pabrik yang kita bangun butuh kontinu supply selama minimal 30 tahun, idealnya 30-50 tahun," jelasnya.

 Baca juga: Bukit Asam-Pertamina Segera Bangun Pabrik Hilirisasi Batu Bara

Budi menambahkan, masalah serupa tidak hanya untuk batu bara, melainkan pada bahan baku lain. Salah sayu contohnya adalah untuk bahan baku nikel.

"Hal sama kita alami di nikel, kita sekarang ekspor barang mentah dekati 3 juta ton per tahun. Perhitungan kita kalau mau bangun pabrik stainless steel kita butuh 5 juta ton," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini