nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengelolaan Pelabuhan Patimban Harus Libatkan BUMN

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 22:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 11 320 2077779 pengelolaan-pelabuhan-patimban-harus-libatkan-bumn-je6zfDhSw6.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Wacana akan dikelolanya Pelabuhan Patimban oleh swasta mendapatkan penolakan. Sebab, dalam pengelolaan Pelabuhan Patimban, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu dilibatkan.

Dosen pasca-sarjana Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS Surabaya) Raja Oloan Saut Gurning, mengatakan, pemerintah seharusnya sudah paham dan tidak mungkin mengabaikan potensi besar BUMN untuk turut berkontribusi di Pelabuhan Patimban. Terutama jaringan bisnis nasional dan internasional BUMN-BUMN yang berpotensi menjadi sumber inputan kargo sekaligus pengguna jasa.

"Atau menjadi sumber dan garansi jejaring kargo serta layanan bagi Pelabuhan Patimban ke depan,” ujarnya, Kamis (11/7/2019).

 Baca Juga: Menko Luhut: Pelabuhan Patimban Dikelola Swasta, Tak Ada BUMN

Menurut Raja, bila pun operator pelabuhan akan dijalankan sepenuhnya oleh swasta nasional maupun asing, hal tersebut diperkirakan hanya sebatas kepemilikan pengelolaan operasional pelabuhannya saja. Namun dari sisi bisnis, tentunya siapa pun operatornya tidak akan membatasi pasar, baik oleh swasta ataupun BUMN.

Menurutnya, jaringan BUMN beserta anak usaha, afiliasi, serta mitra-mitra bisnisnya merupakan pasar yang besar dan mapan yang berada di sekitar Pelabuhan Patimban. Apalagi, sudah lama menjalankan operasi bisnisnya di pelabuhan-pelabuhan di sekitarnya.

 Baca Juga: Pelabuhan Patimban Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2020

Oleh karenannya, potensi kerja sama dengan operator atau entitas kepelabuhanan yang berafiliasi dengan BUMN juga perlu dibuka guna memberikan kepastian usaha dari operator swasta Patimban mendatang.

“Jadi justru dengan menjalankan bisnis yang terbuka dan melakukan kolaborasi operasional, maka garansi kargo akan menjadi faktor penting dalam pengembangan Pelabuhan Patimban ke depannya. Karena bisnis pelabuhan selalu tergantung jaminan kuantitas serta kelancaran arus barang. Bahkan di era modern seperti sekarang ini adalah eranya sinergi untuk value creation dan berbagi data untuk pertumbuhan bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut lulusan World Maritime University Swedia tersebut menjelaskan bahwa pelabuhan sebesar Patimban sebaiknya mengembangkan berbagai skenario model bisnis yang melakukan integrasi operasional, komersial, dan layanannya. Kepemilikan konsesi mungkin preferensi ke swasta, karena orientasi utamanya terkait kepemilikan.

Namun, dalam konteks bisnis jasa seharusnya tidak tertutup hanya untuk swasta. Namun terbuka untuk berbagai pihak. Termasuk pada usaha membangun jaringan rantai pasok dengan simpul-simpul logistik di baik untuk hinterland (kawasan di sekitarnya) dan foreland (wilayah antar-pulau) lewat berbagai rute pelayaran kapal yang mendukung aliran domestik dan internasional dari Patimban di periode mendatang.

“Intinya konektivitas. Patimban bisa difungsikan sebagai pelabuhan pengumpul yang mengonsolidasikan pelabuhan-pelabuhan di sekitarnya. Selain itu Patimban juga bisa dikoneksikan dengan jejaring terminal sekitarnya," katanya.

Selain itu, akan memegang fungsi logistik penting sebagai jembatan logistik antara Indonesia dengan rute pelayaran internasional, serta antara integrasi logistik antara kawasan barat dan timur Indonesia.

"Semoga dengan kerja sama yang baik antara keduanya dan pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia, biaya logistik nasional dapat semakin efisien dan daya saing produk nasional juga dapat meningkat di pasar internasional,” imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini