nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Copot Pejabat dan Bubarkan Lembaga Persulit Izin Investasi

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 10:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 15 320 2078948 jokowi-copot-pejabat-dan-bubarkan-lembaga-persulit-izin-investasi-bCLJgTO0tw.jpg Foto: Pidato Kemenangan Jokowi Terpilih Jadi Presiden (Koran Sindo)

BOGORPresiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa dalam kabinet kerjanya mendatang dia butuh menteri-menteri pemberani. Mental pemberani dibutuhkan karena Jokowi memiliki tekad besar mereformasi birokrasi menuju Indonesia yang maju. Keinginan Jokowi tersebut terungkap saat dia menyampaikan pidato Visi Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, tadi malam.

Penyampaian pidato politik Jokowi ini dihadiri sejumlah petinggi partai politik (parpol) pendukung, antara lain Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno putri, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Sekretaris Jenderal Partai Perindo Ahmad Rofiq. Ribuan relawan Jokowi-Ma’ruf Amin juga hadir memenuhi Gedung SICC.

Baca Juga: Kejar Investasi dan Ekspor, Jokowi Berikan PR ke Gubernur Jateng dan Jatim

Jokowi mengatakan bahwa reformasi birokrasi dan kelembagaan diperlukan agar kinerja setiap lembaga menjadi semakin sederhana dan lincah.

“Kita butuh menteri-menteri yang berani. Kalau-kalau ada lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat, lembaga-lembaga yang bermasalah, sekali lagi, sekali lagi, saya pastikan saya bubarkan,” ujar Jokowi.

Pidato kemenangan Presiden terpilih Jokowi

Pada periode kedua nanti Jokowi ingin cara pikir birokrasi benar-benar berubah. Di tengah teknologi digital yang berkembang pesat saat ini, dia ingin birokrasi juga benar-benar bisa melayani rakyat dengan cara cepat. Tidak ada lagi pola kerja yang linier atau monoton, apalagi menikmati zona nyaman.

Untuk membangun nilai-nilai baru dalam bekerja sese orang dituntut bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Untuk itu, perlu membangun pola kerja yang adaptif, produktif, inovatif, dan kompetitif.

Baca Juga: Jokowi: Jawa Timur Miliki Potensi Besar Berkontribusi ke Ekonomi Nasional

Menurut mantan gubernur DKI Jakarta ini, kecepatan dalam melayani dan kecepatan dalam memberikan izin menjadi salah satu kunci reformasi birokrasi.

“Saya akan cek sendiri, akan saya kontrol sendiri, begitu saya lihat tak efisien atau tak efektif, saya pastikan, saya pastikan, akan saya pangkas dan saya copot pejabatnya,” seru Jokowi, disambut tepuk riuh ribuan relawan yang hadir dalam penyampaian pidato Visi Indonesia.

SDM Jadi Prioritas

Jokowi, yang pada periode kedua berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin, akan menjadikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu prioritas pembangunannya. Menurut Jokowi, pembangunan SDM menjadi kunci dalam memajukan Indonesia ke depan.

“Dan titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, sejak hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak-anak sekolah kita. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia yang unggul,” katanya.

Pemerintahan lima tahun ke depan juga akan berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Jokowi menekankan pada pentingnya pendidikan kejuruan.

“Vocational training, vocational school, kita bangun lembaga manajemen talenta Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah juga akan mengidentifikasi dan memfasilitasi serta mendukung pengembangan dan pengamanan bagi talenta-talenta muda. Diaspora yang bertalenta tinggi diberikan bantuan.

Bahkan Jokowi akan menyiapkan lembaga khusus manajemen talenta. Dalam kesempatan itu Jokowi juga memastikan bahwa program pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas program kerjanya selama lima tahun terakhir akan terus dilanjutkan.

Pembangunan infrastruktur ini bahkan menjadi poin pertama dalam pidato Visi Indonesia. Infrastruktur besar yang dimaksud Jokowi di antaranya pembangunan jalan tol, rel kereta api, pelabuhan, dan ban dara.

Infrastruktur-infrastruktur besar tersebut ke depan akan di sambungkan dengan kawasan-kawasan produksi rakyat, kawasan industri kecil, kawasan ekonomi khusus, dan kawasan pariwisata. “Arahnya harus ke sana. Fokusnya harus ke sana,” paparnya.

Tidak hanya itu, Jokowi berjanji akan menyambungkan infrastruktur-infrastruktur besar tersebut dengan kawasan persawahan, perkebunan, tambak-tambak perikanan sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat secara merata. Dalam salah satu poin pembangunan lima tahun ke depan, Jokowi menyatakan akan membukakeran investasi seluas-luasnya.

“Kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya.” Partai Perindo mendukung apapun keputusan Jokowi dalam menyusun kabinet kerja.

Selain sosok pemberani, Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq menilai Jokowi memiliki semangat memasukkan orang-orang muda berbakat yang profesional sebagai pembantunya. “Apapun yang akan diputuskan Pak Jokowi, Perindo akan mendukung secara penuh,” ucapnya.

Jika diminta, Perindo akan menyodorkan nama Angela Herliani Tanoesoedibjo untuk menjadi menteri. “Angela termasuk salah satu yang akan diajukan kalau dibutuhkan. Kalau Pak Jokowi meminta kepada Perindo,” tutur Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf ini.

Kinerja Tim Ekonomi Disorot

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai, dari banyak sasaran di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) hanya satu yang berhasil dicapai, yakni kebijakan pengendalian inflasi.

Banyak program lain yang gagal dicapai karena berbagai faktor, di antaranya tim ekonomi tak solid dan tidak berhasil meluncurkan dan menjalankan kebijakan memadai. Untuk itu, kinerja tim ekonomi di masa datang sangat tergantung pada team work dan kepemimpinan ekonomi yang akan dijalankan.

Ekonom senior Indef, Didik J Rachbini, menyatakan, agenda utama dalam bidang ekonomi adalah memastikan Indonesia tidak tumbuh lemah pada tingkat moderat saja, hanya 5%. Hal ini karena tingkat pertumbuhan 5% tidak cukup untuk menggiring masuk jumlah penganggur penuh dan terselubung ke lapangan kerja yang produktif dan berkualitas.

Secara makroekonomi, sasaran pertumbuhan ekonomi selama pemerintahan Jokowi - JK yang ditargetkan 7-8% tidak terwujud sehingga ekonomi Indonesia merangkak hanya pada tingkat 5%. Apabila pertumbuhan ekonomi masih stagnan di tingkat 5%, sulit bagi Indonesia untuk masuk ke dalam jajaran negara ekonomi besar, ke-10 lalu ke-5, di dunia beberapa dekade mendatang.

“Mendongkrak tingkat pertumbuhan dari 5% ke 6,5% atau 7% seperti janji kampanye sangat penting dan harus menjadi sasaran utama agar Indonesia lepas dari jebakan middle income,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Didik menuturkan, sektor industri dan perdagangan adalah sektor yang agak lumayan kocar-kacir karena tidak memperlihatkan adanya sentuhan kebijakan memadai. Kebijakan pemerintah harus memperkuat sektor-sektor utama yang punya pengaruh besar terhadap ekonomi dan sosial, seperti sektor industri, pertanian, pari wisata.

Selama empat tahun terakhir, sektor industri hanya tumbuh 4%, di bawah per tumbuhan ekonomi nasional. Sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan juga tidak boleh sekadar dikelola sebagai bahan mentah, tetapi juga dihilirkan dan didorong menjadi komoditas industri dengan nilai tambah yang tinggi.

“Presiden perlu tim yang kuat, matang secara teknokratis, dan mampu mengatasi masalah sosial politik yang menghadang,” ucapnya.

Direktur Program Indef Esther Sri Astuti mengatakan, ada dua pekerjaan rumah yang perlu diprioritaskan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi, yaitu memperbaiki defisit transaksi berjalan dan menggenjot investasi. Penerapan sistem perizinan investasi baru (OSS) dinilai belum efektif dalam mendorong investasi masuk ke Indonesia.

Peneliti Indef lainnya, Imadudin Abdullah, mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi pemerintah perlu berfokus kepada tiga aspek: inovasi dan daya saing, penguatan ekonomi dalam negeri melalui reindustrialisasi, dan terakhir pemerataan ekonomi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini