Penjualan semen SMBR juga mengalami pertumbuhan. Dede mengatakan realisasi penjualan semen semester I perusahaannya mencapai 880.000 ton. Periode yang sama tahun lalu, SMBR mencatatkan sales sebesar 866.000 ton.
“Meski tipis hanya sekitar 2%, namun itu kondisi yang bagus di tengah kondisi konsumsi semen nasional yang lesu,”ujar Dede.
Kalau dihitung, realisasi penjualan semen SMBR mencapai sekitar 40% dari total target tahun ini. Tahun ini,Dede berharap pihaknya mencatatkan penjualan semen hingga mencapai 2,3 juta ton. Dede optimistis perusahaannya bisa memacu bisnis di semester kedua. Dede mengakui, tipisnya pertumbuhan produksi dan penjualan semen SMBR tak dapat dilepaskan dari tertundanya beberapa proyek.
“Demand sepanjang semester I banyak tertahan karena sepertinya pihak-pihak tertentu masih memantau kepastian politik,” kata Dede.
Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Widodo Santoso pernah bilang, buruknya serapan semen pada paruh pertama tahun ini karena proyek-proyek belum dimulai. Disampaikannya, konsumsi semen pada Juni anjlok 27,4% secara bulanan menjadi 2,7 juta ton. Namun, konsumsi semen pada Juni naik 12,8% secara tahunan. Widodo menduga hal tersebut disebabkan oleh libur lebaran selama 10 hari.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.