nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Dunia Turun Lagi, Brent Dibanderol USD63,66/Barel

Kamis 18 Juli 2019 08:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 18 320 2080374 harga-minyak-dunia-turun-lagi-brent-dibanderol-usd63-66-barel-B2leqZazt2.jpg Ilustrasi: Harga Minyak (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak dunia memperpanjang kerugiannya pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data menunjukkan persediaan produk-produk minyak Amerika Serikat (AS) meningkat.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Agustus turun USD0,84 menjadi menetap pada USD56,78 per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 3% saat Ketegangan AS-Iran Mereda

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman September turun USD0,69 menjadi ditutup pada USD63,66 per barel di London ICE Futures Exchange.Demikian dikutip dari Antaranews, Kamis (18/7/2019).

Menurut Laporan Status Minyak Mingguan yang dirilis oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (17/7), persediaan minyak mentah AS turun 3,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 12 Juli menjadi 455,9 juta barel, sekitar empat persen di atas rata-rata lima tahun untuk saat ini.

Baca Juga: Kekhawatiran pada Ekonomi China Turunkan Harga Minyak hingga 1%

Namun, persediaan produk-produk minyak naik secara signifikan. Total persediaan bensin meningkat 3,6 juta barel pada minggu lalu dan persediaan bahan bakar distilasi meningkat 5,7 juta barel, laporan tersebut menunjukkan.

Para analis yang disurvei oleh S&P Global Platts memperkirakan penurunan pasokan 1,5 juta barel untuk bensin dan peningkatan 300.000 barel untuk produk destilat.

Harga minyak juga kehilangan beberapa dukungan di tengah tanda-tanda potensi kemajuan menuju negosiasi antara Washington dan Teheran.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran telah memburuk secara signifikan setelah Washington meninggalkan secara sepihak dari pakta nuklir penting pada Mei 2018 serta menerapkan kembali sanksi-sanksi energi dan keuangan, yang telah dihapus berdasarkan kesepakatan, terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada Selasa (16/7) bahwa Iran siap untuk memasuki negosiasi atas program misilnya, mengurangi kekhawatiran atas kemungkinan gangguan aliran minyak di Timur Tengah. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini