7 Fakta di Balik Pidato Ekonomi Jokowi, Pahit hingga Beri Angin Sejuk

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 19 320 2080992 7-fakta-di-balik-pidato-ekonomi-jokowi-pahit-hingga-beri-angin-sejuk-nShghNklIE.jpg Foto: Jokowi (Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan pidato visi Indonesia pada Minggu 14 Juli 2019. Meski sudah berlalu, isi pidato ini masih menarik untuk dibahas, salah satunya di sektor ekonomi.

Berbagai kalangan mencermati pidato Jokowi ini untuk pembangunan ekonomi periode 2019-2024, seperti Wakil Presiden ke-11 Indonesia Boediono hingga pengusaha.

Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone, Sabtu (20/7/2019):

1. Jokowi Ingin Sambungkan Infrastruktur Besar ke Pedesaan

Presiden Jokowi bakal melanjutkan pembangunan infrastruktur pada periode kedua masa baktinya. Dia menegaskan, laju pembangunan infrastruktur besar-besaran dalam empat tahun terakhir tak akan berhenti.

 Baca Juga: Boediono Cermati Pidato Jokowi: Pahit tapi Hasilnya Luar Biasa

Ke depan, Jokowi bilang, pembangunan akan dilanjutkan dengan lebih cepat. Tidak hanya itu, infrastruktur besar yang sudah dibangun seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara, akan disambungkan dengan kawasan-kawasan produksi rakyat

Tak hanya itu, Jokowi ingin dampak pembangunan berbagai infrastruktur tersebut juga dirasakan para petani hingga petambak. Karena itu, ketersambungan menjadi perhatian yang ditekankan Jokowi.

2. Pembangunan Sumber Daya Manusia

 

Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah.

 Baca Juga: KEIN Sebut Pidato Jokowi Beri Angin Sejuk untuk Iklim Investasi

Menyoroti pentingnya vocational training dan school. Membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Dukungan kepada Diaspora yang bertalenta tinggi

 

3. Mengundang Investasi Seluas-luasnya

Investasi dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Penghambat investasi, perizinan, pungli, harus dipangkas.

 

4. Pangkas Reformasi Birokrasi

"Tolong ini dicatat karena kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi kita. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya," kata Jokowi

5. Penggunaan APBN Tepat Sasaran

Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.

 

6. Pidato Jokowi, Pahit tapi Hasilnya Luar Biasa

Wakil Presiden Boediono menyambut positif pidato visi pembangunan Indonesia yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu 14 Juli 2019 malam. Menurutnya, pidato visi Indonesia itu menumbuhkan harapan yang lebih baik lagi.

Menurut Boediono, kebijakan Presiden selama lima tahun ke depan memang akan sangat pahit untuk dijalankan. Namun untuk jangka panjang, apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo ini akan bermanfaat.

"Saya senang sekali, semalam mencermati pidato Presiden, melaksanakan langkah yang agak pahit tapi hasilnya luar biasa untuk masa yang lebih panjang. Banyak kebijakan kita demikian di keuangan, short term thing untuk long term,” ujarnya.

 

7. Pidato Jokowi Beri Angin Sejuk untuk Iklim Investasi

Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) menilai pidato visi misi Presiden Joko Widodo untuk lima tahun ke depan di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Minggu 14 Juli 2019, memberikan angin segar untuk iklim investasi di Indonesia.

"Pidato Pak Jokowi yang kemarin itu memang menggambarkan satu suasana yang sejuk yah, membangun stabilitas dan memberikan kenyamanan bagi para pelaku pasar," ujar Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini