Genjot Produktivitas Tenaga Kerja Lokal demi Ekonomi Tinggi

Minggu 21 Juli 2019 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 21 320 2081673 genjot-produktivitas-tenaga-kerja-lokal-demi-ekonomi-tinggi-LlGtYxVTos.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

KENDARI - Kementerian Ketenagakerjaan mendorong peningkatan produktivitas pada pekerja disemua sektor. Sebab ini berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Direktur Produksi Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) Muhammad Zuhri Bahri mengatakan peningkatan produktivitas pada semua faktor untuk menekan angka kemiskinan, dan mendorong ndonesia menjadi bangsa yang kuat secara ekonomi.

"Produktivitas meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan mensejahterakan masyarakat. Semakin produktif masyarakat, maka semakin baik pertumbuhan ekonominya," ujarnya dikutip dari Antaranews, Minggu (21/7/2019)

Menurut dia, peran semua pihak terutama pemerintah melalui Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) sangat berperan besar dalam mendorong peningkatan produktivitas bagi pekerja dan pelaku usaha.

"Kita punya peran terhadap peningkatan produktivitas dan daya saing di dunia usaha. Dunia usaha ini merupakan sektor perekonomian kita yang perlu mendapatkan sokongan yang sinergi dari kita semua, sehingga tumbuh pengusaha pengusaha yang handal yang mampu berkontribusi, baik dalam kancah regional maupun dalam kancah global," kata Zuhri.

Direktur Binalattas itu menargetkan peningkatan produktivitas pekerja Indonesia sehingga kelak mampu melampaui produktivitas tenagakerja negara ASEAN lainnya, terutama negara tetangga Singapura yang saat ini di posisi pertama dan Malaysia pada posisi kedua, serta Thailand diposisi ketiga.

"Oktober ini kita punya komitmen kuat di dalam rangka meningkatkan produktivitas dan daya saing kita sebagai bangsa di kancah pasar global. Kami menargetkan dua bulan ini bisa melampaui Malaysia dan Thailand," harapnya.

Zuhri juga menjelaskan secara nasional produktivitas wirausaha Indonesia saat ini baru mencapai 3%dari jumlah total penduduk Indonesia yang jumlahnya 267 juta jiwa. Sementara negara Singapura sudah mencapai 8-9%, Malaysia 7%, dan Thailand 5%.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini