nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suku Bunga BI Turun, Pertumbuhan Kredit Bisa 13%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 17:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 24 320 2083116 suku-bunga-bi-turun-pertumbuhan-kredit-bisa-13-NjMWf9mJyy.jpeg Foto: Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini pertumbuhan kredit bisa tumbuh hingga 13% secara tahunan (year on year/yoy) di 2019, dengan rentang 11%-13%. Hal itu setelah Bank Indonesia (BI) memberikan pelonggaran kebijakan moneter lewat penurunan suku bunga acuan dan penurunan giro wajib minimum (GWM).

Baca Juga: Pasca-Pemilu, BI: Pertumbuhan Kredit Baru Meningkat

Bank Sentral telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5,7%, sedangkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) denominasi Rupiah diturunkan sebesar 50 bps.

"Terima kasih untuk BI sudah melonggarkan GWM dan menurunkan suku bunga. Ini adalah amunisi yang bagus untuk kita tetap optimis dengan pertumbuhan kredit di akhir tahun," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers di Kantor OJK, Rabu (24/7/2019).

Baca Juga: Revisi Pertumbuhan Kredit Bank Imbas Perang Dagang, Ini Faktanya

Sebelumnya, Wimboh sempat menyebut OJK merevisi ke bawah target pertumbuhan kredit perbankan menjadi 9% - 11% yoy pada 2019. Revisi ini memperhitungkan dampak perang dagang di pasar global yang berimbas ke daya ekspor dan juga kebutuhan pembiayaan dunia usaha.

"Kemarin kami pesimis karena memang belum ada tanda pelonggaran (kebijakan moneter)," katanya.

Adapun OJK mencatatkan, kredit perbankan sepanjang semester I-2019 tumbuh stabil di level 9,92% yoy. Di mana pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor listrik, air, dan gas, konstruksi, serta pertambangan.

Sementara itu, piutang pembiayaan tumbuh sebesar 4,29% yoy. Di dorong pertumbuhan pembiayaan pada sektor industri pengolahan, pertambangan, dan rumah tangga.

"Dengan adanya penurunan GWM, penurunan suku bunga, serta masuknya arus modal di pasar keuangan domestik akan dapat meningkatkan pertumbuhan kredit ke depan," kata Wimboh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini