nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kata Bos BCA Soal Gagal Bayar Duniatex

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 21:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 24 320 2083217 kata-bos-bca-soal-gagal-bayar-duniatex-MFKsdTFTsd.jpg Dirut BCA Jahja Setiaatmadja (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perusahaan tekstil Duniatex Group tengah menjadi pembicaraan hangat saat ini, setelah terdapat kabar potensi gagal bayar (default) oleh anak usahanya, PT Delta Merlin Dunia Textile yang baru saja menerbitkan obligasi senilai USD300 juta.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, apa yang terjadi dengan Duniatex tak berarti mencerminkan kondisi industri tekstil secara keseluruhan. Sebab, beberapa perusahaan tekstil lainnya bahkan mendapatkan peluang pesanan baru dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Duniatex Terancam Gagal Bayar, OJK Pelototi Risiko Kredit Macet Bank

Hal ini imbas dari impor tekstil China yang terhambat ke Negeri Paman Sam lantaran adanya perang dagang antar kedua negara tersebut.

"Kalau bicara tekstil, saya dapat informasi pengusaha tekstil yang mengatakan, kalau mereka bisa mendapatkan new order dari Amerika Serikat sebagai substitusi karena enggak bisa impor dari China," ujar Jahja dalam konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Baca Juga: Suku Bunga BI Turun, Pertumbuhan Kredit Bisa 13%

Memang untuk bisnis spinning atau pemintalan, lanjut Jahja, terjadi masalah karena harga bahan pokok kapas yang beberapa waktu belakangan mengalami penurunan, setelah sebelumnya mencapai harga tertingginya.

Kondisi ini membuat beberapa pengusaha berspekulasi dan memasok kebutuhan bahan pokok kapas secara besar-besaran. Di mana pada akhirnya malah membuat ongkos produksi mereka jadi melonjak.

"Seperti kurs atau emas, ketika (harga kapas) mulai turun ada yang spekulasi, takutnya harga naik lagi. Mereka beli banyak buat inventory, ternyata malah turun terus harga, jadi margin mereka terus tergerus, karena bagaimana pun harga jual produk mengikuti pasar," jelas dia.

Meskipun demikian, Jahja mengaku, kondisi tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap seleksi penyaluran kredit BCA. Sebab, pada dasarnya BCA cenderung berhati-hati dan konservatif dalam memilih debitur.

"Kita berhati-hati dalam pengajuan, khususnya industri tertentu, kalau ada potensi masalah, ada syarat tambahan, seperti cashflow perusahaan yang harus terjaga," ujarnya.

Dia menekankan, meski berhati-hati menyalurkan kredit namun khusus untuk industri tekstil sendiri tak ada pengecualian. Dia meyakini, memang masih banyak perusahaan tekstil yang terus berkembang baik bisnisnya.

"(Industri tekstil) Tidak kita blacklist dari daftar penyaluran kredit. Tidak ada industri yang kita blacklist," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini