nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terkuak Fakta Sistem Perbankan RI Diincar Hacker

Selasa 30 Juli 2019 10:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 30 320 2085284 terkuak-fakta-sistem-perbankan-ri-diincar-hacker-sKQ5dVfh65.jpg Ilustrasi Hacker (Foto: New York Post)

JAKARTA –Bank Indonesia (BI) meminta perbankan agar meningkatkan keandalan sistem informasi teknologinya (IT). Hal ini menyusul terjadi eror pada sistem IT Bank Mandiri yang membuat nasabahnya resah.

“Tapi, setelah investigasi dilangsungkan, tidak ada ancaman terhadap makroekonomi. Kami menyarankan supaya ada peningkatan kehandalan sistem IT,” ujar Direktur Eksekutif Bank Indonesia untuk Surveillance Bank Sempa Ari H Sitepu di Jakarta, kemarin.

Berikut fakta-fakta terkait erornya sistem IT Bank Mandiri, yang dirangkum Okezone dari sumber Koran Sindo, Selasa (30/7/2019):

1. BI Peringatkan Bank Mandiri

Direktur Eksekutif Bank Indonesia untuk Surveillance Bank Sempa Ari H Sitepu mengatakan, agar sistem IT perbankan selalu andal, maka harus selalu diperbarui dari waktu ke waktu. Dia mengaku BI sudah mengundang Bank Mandiri dan mengingatkan supaya kejadian serupa tidak terulang lagi.

Baca Juga: Sistem Eror, Bank Mandiri Dibayangi 2 Sanksi

“Sejauh ini informasi yang diperoleh hanya dari masalah teknis, tetapi Bank Indonesia secara kontinu akan berkoordinasi dengan OJK untuk melakukan pengawasan dan pendalaman secara detail, untuk itulah tim khusus IT milik OJK pun turut diturunkan,” katanya.

2. Tim Khusus IT dari OJK

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan telah mengirimkan tim khusus informasi teknologi (IT) ke Bank Mandiri untuk meneliti dan mengevaluasi lebih lanjut terkait gangguan sistem yang menimpa bank pelat merah itu pada Sabtu (20/7). Meski begitu, tim OJK tersebut memastikan tidak ada masalah berarti selain hanya soal teknis.

Baca Juga: Perbankan Diminta Tingkatkan Sistem Keamanan Tangkis Serangan Hacker

“Kami menjamin bahwa sistem perbankan aman, tetapi selain Mandiri pada semua bank di Indonesia untuk selalu mengupdate sistem IT-nya. Meskipun kasus ini bukan disebabkan oleh serangan siber, pihak bank harus mampu menyempurnakan sistem keamanan dan sistem IT di saat yang sama,” kata Kepala Departemen Pengawasan Bank OJK Hizbullah.

Hizbullah mengatakan, sebenarnya POJK terkait manajemen risiko sudah ada khususnya dalam hal IT. Setiap bank di - minta keterangannya oleh OJK ketika mereka mengeluarkan aplikasi baru terutama terkait hal manajemen risiko.

“Karena perkembangan IT ini sangatlah pesat, kami juga pasti menambahkan regulasi atau ketentuan baru setelah bisa mendalami masalah ini, setidaknya nanti ada cara untuk memitigasi masalah serupa,” katanya.

3. Saran Ombudsman

Anggota Ombudsman RI Dadan S. Suharmawijaya mengatakan, pihaknya telah mendapatkan penjelasan lengkap dari Bank Mandiri mengenai penyebab dan langkah normalisasi saldo rekening nasabah yang dilakukan. Kejadian perubahan saldo rekening memang di sebabkan oleh adanya malfunction pada hardware dan probabilitas kejadiannya kecil.

“Kami meyakini bahwa memang tidak ada nasabah yang kehilangan dana karena back-up system yang sudah dijalankan dengan baik oleh bank,” kata Dadan.

4. Upaya Perbaikan Bank Mandiri

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunadi mengungkapkan, pihaknya terus berkomitmen meningkatkan sistem keamanan teknologi informasi perbankan ke depan, apalagi mengingat tingginya potensi ancaman dari para peretas yang tidak bertanggung jawab.

Salah satunya dengan penerapan back - up system yang berlapis, yaitu penambahan mekanisme pemeriksaan ulang se cara manual. Selain itu, Hery Gunadi juga menyampaikan, saat ini penanganan kasus eror data nasabah sudah selesai dan dipastikan semua kerugian nasabah sudah teratasi serta dikembalikan.

“Di harapkan langkah tersebut dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat dan dunia usaha pada industri perbankan,” kata Hery.

(Koran Sindo-Michelle Natalia/ Hafid Fuad)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini