Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perang Dagang AS-China Bikin Investor Galau, Wall Street Bervariasi

   Perang Dagang AS-China <i>Bikin</i> Investor Galau, Wall Street Bervariasi
Foto: Reuters
A
A
A

NEW YORK - Saham-saham di Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor tetap khawatir tentang ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 22,45 poin atau 0,09% menjadi ditutup di 26.007,07. Indeks S&P 500 naik 2,21 poin atau 0,08% menjadi berakhir di 2.883,98 dan indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 29,56 poin atau 0,38% menjadi 7.862,83.

 Baca Juga: Investor Khawatirkan Perang Dagang, Wall Street Dibuka Melemah Nyaris 1%

Pasar ekuitas jatuh pada perdagangan Rabu (6/8/2019) tak lama setelah bel pembukaan, dengan Dow menukik hampir 600 poin. Ketiga indeks utama memangkas kerugian di sesi sore dengan S&P 500 dan Nasdaq mengakhiri hari di wilayah hijau.

Lima dari 11 sektor utama S&P 500 melemah dengan sektor keuangan dan energi masing-masing turun 1,21% dan 0,76%, dua penghambat teratas. Sementara itu, sektor material dan bahan pokok konsumen naik 1,32% dan 1,16%, memimpin kenaikan.

 Baca Juga: China Stabilkan Yuan, Wall Street Bangkit dari Keterpurukan

Investor tetap khawatir bahwa ketegangan perdagangan AS-China dapat meningkat dan memengaruhi ekonomi global yang sudah melambat.

Presiden AS Donald Trump akan menempatkan tarif tambahan 10% pada sisa USD300 miliar impor dari China mulai 1 September 2019.

Analis mengatakan ekonomi AS akan lebih langsung terkena dampak karena tarif baru akan menargetkan barang-barang ritel bersama dengan barang-barang konsumen lainnya. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Ancaman tarif juga akan menyeret kepercayaan perusahaan, pengeluaran modal dan pertumbuhan global dalam waktu dekat, ahli strategi Morgan Stanley mengatakan dalam sebuah catatan.

Dalam berita perusahaan, saham Disney kehilangan lebih dari 5% karena hasil laba kuartalan yang lebih lemah dari perkiraan.

Perusahaan melaporkan laba per saham USD1,35 dan pendapatan USD20,25 miliar setelah pasar tutup, keduanya gagal memenuhi ekspektasi para analis.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement